Muara Kaman, Kutai Kartanegara – Insiden kecelakaan air kembali terjadi di alur Sungai Mahakam. Kapal kayu Dahliya F3 yang mengangkut logistik tujuan Mahakam Ulu (Mahulu) dilaporkan tenggelam di kawasan Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kamis (12/2/2026).
Peristiwa terjadi saat kapal melintasi tikungan sungai yang dikenal memiliki arus deras dan pusaran kuat. Saksi mata di lokasi, Junaedi Nur, menuturkan kapal sempat bergoyang hebat sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan.
“Arus di tikungan itu memang sangat kuat. Kapal terlihat oleng, lalu air masuk ke bagian lambung. Tidak lama kemudian kapal perlahan tenggelam,” ujarnya.
Beruntung, saat kejadian kapal hanya memuat barang logistik tanpa penumpang. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun, sebagian besar muatan logistik hanyut terbawa derasnya arus Sungai Mahakam. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu bergegas menggunakan perahu ces untuk membantu mengevakuasi barang-barang yang masih mengapung di permukaan air. Upaya penyelamatan dilakukan secara swadaya guna mengurangi kerugian pemilik barang.
Kawasan Ulak Besar memang dikenal sebagai salah satu titik rawan pelayaran di Sungai Mahakam. Selain arus yang kuat, kontur tikungan sungai kerap menyulitkan kapal kayu bermuatan berat yang rutin melayani distribusi logistik ke wilayah hulu, termasuk Mahakam Ulu.
Insiden ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko pelayaran sungai di jalur distribusi utama Kalimantan Timur tersebut. Diperlukan kewaspadaan ekstra serta pengecekan kondisi kapal sebelum berlayar, terutama saat melintasi titik-titik rawan arus deras.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait taksiran kerugian akibat tenggelamnya kapal Dahliya F3.
Sumber: Muhammad Yunus







