Bulukumba — Dalam suasana Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang masih dipenuhi gema takbir, tahmid, dan tahlil, khutbah Jumat di Masjid Nurul Amin, Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Jumat (29/5/2026), berlangsung penuh khidmat dan menggugah hati ratusan jamaah yang memadati area masjid.
Kapolsek Herlang, IPTU Muhammad Ali, tampil sebagai khatib sekaligus imam shalat Jumat dengan menyampaikan khutbah bertema keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menghadapi ujian berat dari Allah SWT.
Shalat Jumat tersebut turut dihadiri sejumlah unsur masyarakat, termasuk jurnalis dari media online mabes-news.com yang ikut berbaur bersama ratusan jamaah dalam suasana ibadah yang penuh kekhusyukan.
Sejak awal khutbah, suasana masjid terasa hening. Ratusan jamaah tampak menyimak dengan penuh perhatian saat Muhammad Ali mengisahkan perjalanan panjang Nabi Ibrahim AS yang bertahun-tahun menanti kehadiran seorang anak hingga akhirnya Allah SWT menganugerahkan putra bernama Nabi Ismail AS.
Namun di balik kebahagiaan itu, Allah SWT kembali menguji keimanan Nabi Ibrahim. Ia diperintahkan membawa Siti Hajar dan bayi Ismail menuju tanah tandus di Makkah, tempat yang kala itu belum memiliki kehidupan maupun sumber air.
“Ketika Siti Hajar bertanya apakah itu benar perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim menjawab iya. Dengan keyakinan penuh, Siti Hajar berkata bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan dirinya bersama putranya,” tutur Muhammad Ali di hadapan ratusan jamaah.
Dalam khutbah Jumat bernuansa Iduladha tersebut, Muhammad Ali kemudian mengangkat kisah paling menggetarkan dalam sejarah pengorbanan seorang hamba kepada Tuhannya, yakni saat Nabi Ibrahim AS mendapat mimpi untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS.
Dengan nada penuh penghayatan, ia menggambarkan bagaimana Nabi Ibrahim menyampaikan perintah itu kepada putranya dengan hati yang berat namun tetap taat kepada Allah SWT.
“Wahai anakku, sesungguhnya Allah memerintahkan aku untuk menyembelihmu,” ucap Muhammad Ali mengutip kisah tersebut.
Tak disangka, Nabi Ismail AS justru menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa. Dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, ia meminta ayahnya menjalankan perintah Allah SWT tanpa keraguan sedikit pun.
“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insya Allah aku termasuk orang-orang yang sabar,” lanjutnya.
Momen itu membuat suasana masjid semakin emosional. Sejumlah jamaah tampak larut dalam renungan tentang makna keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan total kepada Allah SWT yang menjadi ruh peringatan Iduladha.
Dalam penutup khutbahnya, Muhammad Ali menegaskan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan sekadar cerita sejarah, melainkan pelajaran abadi bagi umat Islam untuk tetap teguh dalam keimanan, ikhlas menghadapi ujian hidup, serta memperkuat rasa kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama melalui ibadah kurban.
Khutbah Jumat tersebut pun mendapat apresiasi dari ratusan jamaah dan keluarga besar DPK LIPAN Bulukumba karena dinilai menyentuh, penuh pesan moral, dan mampu menghadirkan suasana Iduladha yang sarat makna spiritual di tengah masyarakat Redaksi.










