Bulukumba – Ratusan pasang mata tertuju ke Aula Parama Satwika Polres Bulukumba saat Turnamen Domino Hari Bhayangkara ke-80 resmi dimulai, Sabtu (27/6/2026). Sebanyak 768 peserta atau 384 pasangan dari berbagai daerah ambil bagian dalam turnamen bergengsi dengan total hadiah Rp80 juta, menjadikannya salah satu kegiatan olahraga masyarakat terbesar dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara di Kabupaten Bulukumba.
Turnamen dibuka secara resmi oleh Wakapolres Bulukumba, Kompol H. Syafaruddin, S.H., mewakili Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang adu strategi di atas meja domino, tetapi juga menjadi ruang memperkuat sinergi, silaturahmi, dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran Pejabat Utama Polres Bulukumba, para Kapolsek, panitia pelaksana, serta pengurus Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kabupaten Bulukumba. Hadir pula Ketua Pengda PORDI Bulukumba dr. Sabriadi, Sekretaris Iwan Kurniawan, Bendahara H. Jaenuddin, S.Pd., dan mantan Ketua PORDI Sulawesi Selatan Andi Baso Riyadi Mappasulle.
Ketua Panitia, AKP Sabri, S.H., mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat jauh melampaui ekspektasi. Ratusan pasangan mendaftarkan diri untuk berkompetisi dalam turnamen yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Juni 2026.
“Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat melalui olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Kompol H. Syafaruddin menegaskan bahwa Hari Bhayangkara bukan sekadar momentum seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang positif dan inklusif.
Menurutnya, domino merupakan olahraga yang sarat dengan nilai kebersamaan, komunikasi, dan strategi. Karena itu, turnamen ini diharapkan menjadi wadah yang mampu mempererat persaudaraan tanpa memandang latar belakang para peserta.
“Turnamen ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga persaudaraan, menjunjung tinggi sportivitas, dan memperkuat hubungan baik antara Polri dan masyarakat,” kata Wakapolres.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus PORDI, sponsor, serta seluruh peserta yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Setelah prosesi pembukaan, Wakapolres secara simbolis membuka turnamen yang disambut tepuk tangan meriah seluruh peserta. Pertandingan perdana pun langsung dimulai dengan semangat kompetitif yang tetap mengedepankan fair play.
Melalui Turnamen Domino Hari Bhayangkara ke-80, Polres Bulukumba berharap semangat “Polri untuk Masyarakat” semakin nyata dirasakan publik. Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini menjadi simbol kebersamaan, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri, sekaligus menghadirkan peringatan Hari Bhayangkara yang dekat, merakyat, dan penuh makna.
Lp: Kamaluddin










