HEBOH! Bayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Kisah di Baliknya Jadi Perbincangan Nasional

Oplus_131072

WONOSOBO – Sebuah kisah unik sekaligus mengundang perhatian datang dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Seorang bayi laki-laki diberi nama Muhammad MBG Subianto, nama yang langsung menjadi perbincangan publik karena berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di balik nama yang tak biasa tersebut, tersimpan cerita tentang harapan dan rasa syukur sebuah keluarga yang mengaku kehidupannya berubah setelah hadirnya Program Makan Bergizi Gratis.
Bayi itu merupakan putra ketiga pasangan Ambon Yassin dan Yuharni, warga Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran. Ia lahir dalam kondisi sehat melalui persalinan normal di Puskesmas Sapuran pada Jumat, 10 Juli 2026, dengan berat badan 3,36 kilogram dan panjang 50 sentimeter.

Yuharni mengungkapkan, persalinan berlangsung lebih cepat dari Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang semula diperkirakan pada 22 Juli 2026. Meski lahir lebih awal, ibu dan bayi sama-sama dalam kondisi sehat.
Keputusan memberi nama Muhammad MBG Subianto bukan tanpa alasan. Yuharni mengaku keluarganya merasakan langsung manfaat Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah. Sejak 25 Agustus 2025, ia bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai petugas ompreng atau pembersih wadah makanan.

Menurutnya, pekerjaan tersebut menjadi sumber penghasilan baru yang membantu menopang kebutuhan ekonomi keluarga. Sebelumnya, ia bekerja di sebuah pabrik kayu.
“Program ini memberi kesempatan kerja bagi masyarakat dan sangat membantu perekonomian keluarga kami,” ujarnya.
Sebagai ungkapan rasa syukur, pasangan suami istri itu kemudian menyematkan singkatan MBG dan nama Subianto kepada putra mereka. Bagi mereka, nama tersebut menjadi simbol harapan agar sang anak kelak tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang.

Kisah ini pun sontak menyita perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menilai nama tersebut sangat unik, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk apresiasi pribadi sebuah keluarga terhadap program yang mereka rasakan manfaatnya.

Terlepas dari beragam tanggapan publik, kisah Muhammad MBG Subianto menjadi contoh bagaimana sebuah kebijakan publik dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat hingga menginspirasi sebuah keluarga mengabadikannya dalam nama sang buah hati.(***) redaksi.

Pos terkait