Pojok Sastra Hadir di SDN 9 Arawa, Bangkitkan Minat Literasi dan Kepercayaan Diri Siswa Sejak Dini

Oplus_131072

SIDRAP – Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai inovasi pendidikan. Salah satunya tampak di SDN 9 Arawa, Desa Buae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (28/7/2026), saat digelar program Pojok Sastra (Kelas Edukasi Menulis) yang mengajak para siswa mengenal dunia sastra sekaligus mengasah kemampuan menulis dan membaca puisi.

Kegiatan edukatif tersebut disambut antusias oleh para peserta. Sejak awal kegiatan, siswa dikenalkan pada pengertian sastra, ragam karya sastra, hingga tokoh-tokoh sastrawan Indonesia sebagai bekal untuk memahami pentingnya literasi dalam membentuk kreativitas, kemampuan berbahasa, serta karakter peserta didik.

Sebagai materi utama, peserta mempelajari puisi legendaris “Aku” karya Chairil Anwar. Melalui pembahasan puisi tersebut, siswa diajak memahami makna, pilihan kata (diksi), serta keindahan bahasa yang menjadi ciri khas karya sastra Indonesia.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan kegiatan interaktif. Setiap siswa diminta menuliskan kata atau penggalan kalimat yang paling mereka pahami maupun sukai dari puisi tersebut. Hasil tulisan itu kemudian ditempelkan pada sebuah poster yang telah disiapkan sebagai media kolaborasi sekaligus bentuk apresiasi terhadap karya sastra.

Metode pembelajaran tersebut mendorong siswa untuk lebih aktif menuangkan ide dan pemahamannya secara kreatif. Poster yang dipenuhi beragam pilihan kata menjadi simbol kebersamaan sekaligus bukti bahwa sastra dapat dipelajari dengan cara yang menyenangkan.

Tak hanya memahami isi puisi, para peserta juga mendapatkan demonstrasi teknik membaca puisi yang baik dan benar. Pemateri memperagakan pembacaan puisi “Aku” dengan memperhatikan intonasi, artikulasi, ekspresi, serta penghayatan sehingga siswa memperoleh gambaran mengenai teknik pembacaan puisi yang efektif.

Suasana semakin semarak ketika seluruh peserta diberi kesempatan mengikuti lomba baca puisi. Satu per satu siswa tampil di depan kelas dengan penuh percaya diri, menampilkan ekspresi dan penghayatan yang beragam sesuai karakter masing-masing.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi pembelajaran dan berupaya memberikan penampilan terbaik saat tampil di hadapan teman-teman dan guru.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menetapkan tiga peserta terbaik berdasarkan aspek penghayatan, artikulasi, ekspresi, serta keberanian saat tampil. Para pemenang menerima hadiah dan sertifikat sebagai penghargaan atas semangat dan kemampuan yang telah ditunjukkan.
Melalui program Pojok Sastra (Kelas Edukasi Menulis), diharapkan minat baca, kemampuan menulis, serta kecintaan siswa terhadap sastra Indonesia semakin berkembang. Selain menjadi sarana belajar, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membangun rasa percaya diri, kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berekspresi sejak dini.

Program literasi seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, serta memiliki karakter yang kuat melalui pendekatan sastra dan budaya.(*)

Pos terkait