Pasien Puskesmas Bontobangun Menunggu Berjam Jam, Petugas Diduga Asyik Berbincang dan Tertawa

Oplus_131072

Bulukumba — Suasana pelayanan di Puskesmas Bontobangun, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, mendapat sorotan dari sejumlah warga yang tengah menunggu antrean pemeriksaan, Jumat (21/8/2026).

Warga mengaku mendengar percakapan dan suara tawa dari dalam ruang pelayanan ketika sejumlah pasien masih menanti giliran untuk diperiksa.

Dari ruang tunggu, suara percakapan tersebut terdengar hingga ke area tempat pasien menunggu. Salah seorang warga menduga petugas sedang membicarakan persoalan di luar urusan pelayanan.

Menurut warga tersebut, pembicaraan yang terdengar justru berkaitan dengan persoalan pribadi.

“Magosipji itu ibu-ibu di depan, Pak. Bukan masalah pelayanan yang dibahas. Masalah di rumahnya saya dengar, sibuk nabahas,” ujar seorang warga, Jumat (21/08).

Situasi itu kemudian memunculkan kekecewaan di antara warga yang sedang menunggu pelayanan kesehatan.

Bagi mereka, persoalan bukan semata-mata mengenai percakapan antarpengunjung atau petugas. Yang menjadi perhatian adalah ketika aktivitas tersebut berlangsung saat masih terdapat pasien yang menunggu untuk mendapatkan pelayanan.

Dari kursi ruang tunggu pelayanan umum puskesmas, suara tertawa petugas dari dalam ruangan menyita perhatian warga yang duduk antre.

Menunggu di Tengah Aktivitas Petugas

Pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, sikap petugas, ketepatan waktu, dan perhatian terhadap pasien menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan.

Keluhan warga juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola puskesmas. Sebab, kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas dan tenaga kesehatan, tetapi juga dari bagaimana masyarakat diperlakukan ketika datang untuk mendapatkan pertolongan.

Di ruang tunggu, waktu berjalan dengan cara yang berbeda bagi setiap orang. Bagi petugas, beberapa menit percakapan mungkin terasa biasa. Namun bagi pasien yang sedang menunggu pemeriksaan, waktu tersebut bisa terasa jauh lebih panjang.

Pada akhirnya, harapan warga sebenarnya sederhana: ketika mereka datang ke puskesmas, pelayanan tetap menjadi prioritas bukan justru petugasnya diduga asyik bahas masalah pribadi sambil tertawa.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi tetap membuka ruang klarifikasi pihak puskesmas Bontobangun.

Lp: Kamaluddin

Pos terkait