Puluhan Triliun Dipamerkan, Tapi Anak -Anak Masih Bertaruh Nyawa ke Sekolah

Sukabumi — Di tengah gemuruh pidato tentang kemajuan bangsa dan angka anggaran yang fantastis, ada kenyataan pahit yang terus menusuk rasa keadilan publik: anak-anak Indonesia masih harus mempertaruhkan nyawa hanya untuk pergi ke sekolah.

Sementara pejabat berlomba memamerkan proyek bernilai puluhan hingga ratusan triliun rupiah, di pelosok negeri para siswa justru berjuang melawan maut setiap pagi. Mereka meniti jembatan yang nyaris roboh, bergelantungan di kabel baja, berjalan di atas papan lapuk, hingga menerjang arus sungai demi bisa duduk di bangku kelas.

Di Pandeglang, siswa sekolah dasar terpaksa memanjat tangga bambu untuk melewati sisa jembatan yang ambruk. Sementara di Sikka, anak-anak kecil harus menyeberangi jembatan rapuh dengan papan yang hilang satu demi satu, seolah keselamatan mereka hanya bergantung pada keberuntungan.

Pemandangan seperti ini bukan lagi sekadar potret keterbatasan, melainkan alarm keras tentang ketimpangan pembangunan yang masih nyata di Indonesia.

Rakyat terus disuguhi janji kemajuan, pertumbuhan ekonomi, investasi besar, dan pembangunan masif. Namun di balik megahnya angka-angka itu, masih ada anak bangsa yang harus berangkat sekolah dengan rasa takut tidak bisa pulang dengan selamat.

Ironisnya, kondisi memprihatinkan itu sering kali baru mendapat perhatian setelah viral di media sosial. Setelah video siswa menangis, terpeleset, atau meniti jembatan rusak menyebar luas, barulah pejabat berdatangan membawa janji perbaikan.

Padahal akses pendidikan yang aman bukan hadiah, melainkan hak dasar setiap anak Indonesia.

Bangsa ini sejatinya tidak kekurangan uang. Yang dipertanyakan publik hari ini adalah ke mana arah prioritas pembangunan ketika infrastruktur dasar untuk keselamatan anak-anak saja masih terabaikan.

Sebab keberhasilan negara tidak cukup diukur dari tingginya anggaran atau megahnya proyek pembangunan. Keberhasilan sejati adalah ketika setiap anak Indonesia dapat pergi ke sekolah dengan aman, tanpa harus bertaruh nyawa di perjalanan demi mengejar cita-cita.(***)

Pos terkait