Tragedi Apparalang Makan Korban Jiwa, IMM Bulukumba Desak Investigasi Total Tata Kelola Wisata

Bulukumba – Tragedi meninggalnya seorang wisatawan di kawasan wisata Pantai Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, tak hanya menyisakan duka mendalam. Insiden yang merenggut nyawa Elmi Febrianti saat berswafoto di area papan loncat kini memicu tuntutan agar seluruh aspek pengelolaan destinasi wisata tersebut diperiksa secara menyeluruh.

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bulukumba menilai peristiwa ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah, pengelola wisata, dan aparat penegak hukum untuk mengusut secara transparan seluruh fakta di balik operasional objek wisata yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan Bulukumba.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup PC IMM Bulukumba sekaligus tokoh pemuda Desa Ara, Emil Salim, mengatakan bahwa hilangnya nyawa seorang pengunjung tidak boleh dipandang sebagai musibah yang berlalu tanpa evaluasi dan pertanggungjawaban.

“Tragedi ini harus menjadi titik balik. Ketika nyawa melayang di sebuah kawasan wisata, publik berhak mengetahui apakah seluruh aspek keselamatan, pengawasan, dan tata kelola telah dijalankan sebagaimana mestinya atau tidak,” ujar Emil, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, aparat penegak hukum perlu melakukan investigasi menyeluruh terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan Pantai Apparalang, termasuk legalitas operasional, standar keselamatan fasilitas wisata, serta mekanisme pengawasan yang selama ini diterapkan.

IMM Bulukumba juga meminta pemerintah daerah membuka secara transparan informasi terkait status pengelolaan objek wisata tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Jangan sampai tragedi ini berhenti pada proses pencarian korban dan ungkapan belasungkawa. Yang lebih penting adalah memastikan ada evaluasi serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Emil menilai keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan sektor pariwisata. Setiap fasilitas yang berpotensi menimbulkan risiko tinggi, kata dia, wajib diawasi dan memenuhi standar keamanan yang memadai.

IMM Bulukumba juga mendorong dilakukan audit menyeluruh terhadap destinasi wisata yang memiliki tingkat risiko tinggi di Kabupaten Bulukumba. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh lokasi wisata beroperasi sesuai ketentuan dan memberikan perlindungan maksimal kepada pengunjung.

“Publik tentu bertanya, apakah seluruh standar keselamatan sudah diterapkan? Apakah pengawasan telah berjalan optimal? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab melalui proses investigasi yang objektif dan transparan,” kata Emil.

Tragedi Apparalang kini menjadi perhatian luas masyarakat. Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga korban, tuntutan terhadap penguatan pengawasan, evaluasi tata kelola, dan penegakan aturan di sektor pariwisata terus menguat.

Bagi IMM Bulukumba, satu nyawa yang hilang sudah cukup menjadi alasan bagi seluruh pihak untuk melakukan pembenahan serius.

“Jangan menunggu muncul korban berikutnya untuk bertindak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar,” pungkas Emil.

Lp: Kamaluddin

Pos terkait