Dapur MBG Sapolohe II Disorot, Rembesan Air Mengalir ke Jalan dan Kendaraan Operasional Parkir di Bahu Jalan

Bulukumba – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi salah satu program unggulan pemerintah kini mendapat sorotan di Kabupaten Bulukumba. Dapur MBG Sapolohe II yang berlokasi di Kelurahan Sapolohe,Samping Polsek Bontobahari, menjadi perhatian aktivis setelah ditemukan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera dibenahi.

Sorotan tersebut mencakup dugaan minimnya area parkir dan bongkar muat, kendaraan operasional yang terparkir di bahu jalan, hingga rembesan air dari area cuci tangan yang mengalir ke badan jalan di depan dapur tersebut.

Sejumlah aktivis menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan standar fasilitas pendukung yang semestinya dimiliki dapur penyedia makanan dalam skala besar. Mereka meminta pengelola dan instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek sarana, sanitasi, dan pengelolaan lingkungan.

“Kami mendukung program MBG, tetapi fasilitas pendukungnya juga harus memenuhi standar. Jangan sampai persoalan kecil yang diabaikan justru menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” ujar salah seorang aktivis di Bulukumba.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dapur MBG Sapolohe II, Fahrul, membantah anggapan bahwa dapur tersebut tidak memiliki area parkir.

“Tempat parkir ada,” kata Fahrul sambil menunjukkan lokasi yang dimaksud saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2026).

Namun demikian, berdasarkan kondisi di lapangan, kendaraan operasional masih terlihat terparkir di pinggir jalan. Fakta tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kecukupan lahan parkir yang tersedia untuk menunjang aktivitas distribusi makanan setiap hari.

Tak hanya itu, persoalan sanitasi juga menjadi perhatian. Aktivis menemukan adanya rembesan air yang diduga berasal dari saluran pembuangan tempat cuci tangan dan mengalir hingga ke badan jalan.

Mengenai hal tersebut, Fahrul tidak membantah. Ia mengakui adanya rembesan air dan memastikan pihaknya akan segera melakukan perbaikan.

“Memang ada rembesan air, dan itu akan segera kami perbaiki,” ujarnya.

Sorotan berikutnya tertuju pada pengelolaan sampah dan limbah dapur. Saat ditanya mengenai lokasi pembuangan sampah, petugas yang menangani kebersihan dan IPAL menyebut sampah dibuang ke tempat pembuangan yang berada di wilayah desa Ara

Meski demikian, aktivis menilai perlu ada transparansi dan pengawasan lebih lanjut terkait mekanisme pengelolaan sampah maupun limbah dapur, mengingat dapur MBG memproduksi makanan dalam jumlah besar setiap hari.

Mereka menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat, tetapi juga dari kepatuhan pengelola terhadap standar kebersihan, sanitasi, dan pengelolaan lingkungan.

“Jangan sampai program yang tujuannya mulia justru menyisakan persoalan lingkungan. Pengelolaan limbah, drainase, area parkir, dan fasilitas pendukung lainnya harus menjadi perhatian serius,” tegas aktivis tersebut.

Aktivis pun mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait ( DLHK ) untuk melakukan inspeksi serta evaluasi terhadap seluruh dapur MBG yang beroperasi di Bulukumba guna memastikan setiap fasilitas berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.

 

Pewarta: Kamaluddin

Pos terkait