TANPA IBU SEJAK KECIL, KINI SETIAWAN BERPUSTAKA BERSAMA AYAHNYA: WARGA TUNTUT KEBENARAN DARI MOROWALI

Oplus_131072

SINJAI – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Air mata masih membasahi wajah kerabat dan warga. Jasad Setiawan bin Sudirman, korban dugaan amukan massa di Morowali, akhirnya dimakamkan di pekarangan belakang rumah keluarganya, Dusun Tombolo, Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah.

Sangat menyayat hati, almarhum kini berbaring damai tepat di samping makam ayah kandungnya yang baru saja berpulang ke Rahmatullah pada Januari 2026 lalu. Sejak masih kecil, ia sudah harus kehilangan kasih sayang ibu kandungnya. Kini, di usia yang masih muda, ia pergi selamanya, meninggalkan seorang istri yang harus menanggung duka sebatang kara, belum dikaruniai anak sebagai penenang hati.

Kepergian Setiawan adalah kehilangan yang sangat berat. Namun di tengah kesedihan yang mendalam, satu harapan besar menggelora di hati keluarga dan warga: Keadilan harus ditegakkan.

“Warga berharap aparat penegak hukum, khususnya Polda Sulawesi Tengah, mengusut kasus ini sampai ke akar-akarnya. Lakukan secara profesional, transparan, dan jujur. Jangan sampai kematiannya sia-sia, jangan sampai ada yang dilindungi,” tegas perwakilan warga.

Kisah ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua: Tidak ada alasan yang membenarkan aksi main hakim sendiri. Setiap manusia berhak mendapatkan perlindungan hukum dan proses yang adil. Siapa pun yang terbukti melakukan kekerasan, penganiayaan hingga merenggut nyawa, wajib bertanggung jawab di hadapan hukum seberat-beratnya.

Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat terbesar untuk almarhum Setiawan, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terindah di sisi-Nya. Serta memberikan kekuatan luar biasa bagi istri dan seluruh keluarga yang ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal Alamin . redaksi.

Pos terkait