SIDRAP – Upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini dilakukan melalui program kerja individu bertajuk “Pemanfaatan Limbah Organik Melalui Pengenalan Eco Enzyme” yang dilaksanakan di SDN 10 Arawa, Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini dirancang sebagai media pembelajaran yang mengajak siswa memahami bahwa limbah organik tidak selalu berakhir sebagai sampah. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah organik dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, salah satunya adalah eco enzyme.
Penyampaian materi diawali dengan pengenalan mengenai sampah organik dan sampah anorganik. Melalui contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, siswa diajak memahami perbedaan kedua jenis sampah tersebut serta pentingnya membiasakan diri memilah sampah sejak dini.
Setelah itu, siswa dikenalkan dengan eco enzyme sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah organik. Dijelaskan bahwa eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi kulit buah atau sisa sayuran yang dicampur dengan gula merah dan air. Selain mengenalkan bahan dan proses pembuatannya, siswa juga diperlihatkan video pembuatan eco enzyme agar dapat memahami setiap tahapannya dengan lebih jelas.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, pemateri membagikan buah dan minuman kepada seluruh siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengamati secara langsung sisa yang dihasilkan setelah dikonsumsi. Kulit buah kemudian dijadikan contoh sampah organik, sedangkan botol plastik minuman digunakan sebagai contoh sampah anorganik. Pendekatan ini membantu siswa memahami materi melalui benda-benda yang mereka gunakan sendiri.
Selain membahas proses pembuatannya, siswa juga diberikan penjelasan mengenai berbagai manfaat eco enzyme, di antaranya membantu mengurangi limbah organik rumah tangga, dimanfaatkan sebagai pembersih alami, serta dapat digunakan sebagai pupuk organik cair setelah diencerkan. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Siswa aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta mengikuti setiap sesi pembelajaran dengan penuh semangat. Interaksi yang terjalin membuat proses edukasi berlangsung lebih hidup dan menyenangkan.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi kuis untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Melalui program kerja “Pemanfaatan Limbah Organik Melalui Pengenalan Eco Enzyme”, diharapkan siswa SDN 10 Arawa semakin memahami pentingnya mengelola sampah sesuai jenisnya serta menyadari bahwa limbah organik masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini, baik di sekolah maupun di rumah.(*)










