Kehidupan Berlayar Berakhir di Perairan Wolo: Kapten Robert Tarra Ditemukan Meninggal di Kamar Kapal, Penyebab Masih Misteri

Oplus_131072

KOLAKA-Sul-Tengara – Sepanjang hidupnya mengarungi lautan demi menafkahi keluarga, akhir hayat Kapten kapal tanker Archie Putra Ambon, Robert Tarra Andi Lolo (60), justru ditemukan berpulang untuk selamanya di kamar kapalnya sendiri, saat kapal bersandar di perairan Kelurahan Wolo, Kabupaten Kolaka, Selasa (11/8/2026).

Pagi itu, pukul 09.30 WITA, koki kapal Yakup S. Posibidang datang seperti biasa membawa secangkir kopi hangat—rutinitas yang tak pernah putus selama mereka berlayar bersama. Namun saat pintu kamar dibuka, pemandangan menyayat hati menyambutnya: sang kapten terbaring menyamping di tempat tidur, tubuhnya sudah dingin dan kaku, dengan sisa darah terlihat di hidung dan mulut.

Kru kapal yang merasa kehilangan sosok pemimpin sekaligus orang tua di tengah laut itu segera meminta bantuan. Sekitar pukul 13.30 WITA, tim gabungan Polsek Wolo, Karantina Kesehatan, dan petugas Syahbandar tiba di lokasi untuk menuntun jenazah sang kapten turun dari kapal yang selama ini menjadi rumah keduanya. Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Wolo untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Hingga kini, tak ditemukan tanda kekerasan pada tubuhnya. Namun kepergian mendadak ini menyisakan duka sekaligus tanda tanya besar bagi rekan-rekan dan keluarga yang ditinggalkan. Penyebab pasti kepergian Kapten Robert masih tertutup rapat, menanti hasil lengkap visum untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada pelaut berpengalaman ini.

Pos terkait