PALU — Misteri penembakan yang menewaskan seorang juru parkir di depan Alfamidi, Jalan Tombolotutu, Kota Palu, perlahan mulai terkuak.
Rekaman CCTV minimarket memperlihatkan pertikaian yang awalnya hanya berupa cekcok mulut berubah menjadi duel menegangkan hingga berakhir dengan suara letusan senjata api dan satu nyawa melayang.
Dalam rekaman tersebut, seorang pria berkaos abu-abu terlihat turun dari mobil putih. Tak lama berselang, pria itu terlibat adu mulut dengan seorang pria berkaos merah yang disebut sebagai juru parkir.
Situasi kemudian memanas.
Pria berkaos merah terlihat melakukan penyerangan menggunakan parang. Pria berkaos abu-abu berusaha menghindar dari sabetan tersebut. Bahkan sebuah sepeda motor di sekitar lokasi terlihat terjatuh akibat situasi yang berlangsung cepat.
Namun serangan tidak berhenti. Sabetan parang diduga mengenai tangan kanan pria berkaos abu-abu hingga menyebabkan jari kelingkingnya putus dan mengalami luka serius.
Dalam kondisi terdesak dan terluka, pria tersebut kemudian mengeluarkan senjata api.
Detik berikutnya menjadi titik balik tragedi.
Senjata api diarahkan ke pria berkaos merah. Letusan terdengar dan pria tersebut akhirnya tersungkur di lokasi kejadian.
Peristiwa yang semula hanya berupa cekcok berubah menjadi tragedi berdarah.
Bukan Sekadar Soal Siapa yang Menembak
Munculnya rekaman CCTV membuat rangkaian kejadian sebelum penembakan menjadi perhatian serius.
Pertanyaan besarnya bukan hanya siapa yang melepaskan tembakan, tetapi juga apa yang terjadi beberapa detik sebelumnya.
Siapa yang lebih dahulu melakukan kekerasan? Seberapa CCTV Bongkar Detik-Detik Maut di Alfamidi Tombolotutu: Parang Menebas, Senjata Api Meletus, Juru Parkir Tewas ancaman senjata tajam tersebut? Mengapa senjata api sampai dikeluarkan? Dan apakah penembakan itu dilakukan dalam kondisi yang secara hukum dapat dikategorikan sebagai pembelaan diri?
Semua pertanyaan tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi penyidik.
Polresta Palu masih mendalami rekaman CCTV, memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan bukti lain untuk memastikan kronologi secara utuh.
Publik pun menunggu hasil penyidikan: apakah ini murni tragedi akibat pertikaian yang tak terkendali, atau masih ada fakta lain di balik letusan senjata api tersebut?
Satu hal yang kini terang: sebelum senjata api meletus, CCTV merekam adanya dugaan serangan menggunakan parang.
Dan dari situlah drama maut di depan Alfamidi Tombolotutu bermula.(***)










