Bulukumba – Warga Desa Kindang, Dusun Cibollo, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, menyuarakan kekhawatirannya terkait pelaksanaan proyek perbaikan jalan yang dinilai tidak maksimal.
Andi Afrianto alias Andi Lalling, warga setempat, mempertanyakan kualitas pekerjaan yang dilakukan tepat di depan rumahnya pada Minggu (05/04/2026). Menurutnya, terdapat dugaan ketidaksesuaian pengerjaan talud dalam pelaksanaan teknis di lapangan.
“Saya melihat pekerjaan talud di depan rumah ini diduga tidak ada galian sama sekali pada pondasinya. Padahal, seharusnya ada struktur yang kuat untuk menopang jalan tersebut,” ungkap Andi Lalling saat ditemui awak media di kediamannya.
Karena kondisi tersebut, Andi Lalling berharap agar pihak pelaksana proyek segera memberikan penyangga atau struktur pendukung di samping pondasi agar bangunan jalan tersebut lebih kokoh dan aman.
Lebih jauh, pria ini menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk proyek ini, yang mencapai angka Rp 6,8 Miliar. Ia menilai jika kualitas pekerjaan dilakukan secara asal-asalan tanpa mengikuti standar teknis yang benar, maka anggaran tersebut akan menjadi sia-sia.
“Anggarannya Rp 6,8 miliar, kalau hasilnya seperti itu percuma. Jadi saya selaku warga Bulukumba berharap ada tindakan tegas terhadap pelaksana proyek tersebut,” tegasnya.
Ia juga meminta kepada pihak terkait, baik dari dinas maupun pengawas proyek, agar segera turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi riil di lokasi. Diharapkan adanya evaluasi dan perbaikan agar hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tanggapan Pihak Pengelola
Menanggapi keluhan tersebut, awak media berusaha menghubungi pihak pengelola proyek melalui sambungan telepon dan WhatsApp. Dikonfirmasi terpisah, Andi Tenri selaku pihak pengelola memberikan respons terkait hal ini.
“Jika ada yang mau diperbaiki, kami siap perbaiki,” ujar Andi Tenri singkat saat dikonfirmasi.










