SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga untuk Mencegah Pencemaran Perairan” di Desa Cenrana, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Rabu (29/7).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara bijak sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah pencemaran perairan. Sosialisasi diikuti oleh masyarakat Desa Cenrana dengan harapan mampu membangun pemahaman bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Penanggung jawab program kerja, Poetra Rafaldo B, mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Program Studi Ilmu Kelautan, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga menghadirkan solusi sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Selain memberikan edukasi mengenai dampak sampah terhadap lingkungan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah sesuai jenisnya sebelum dibuang. Sebagai bentuk implementasi program, mahasiswa KKN menyediakan tempat pembakaran sampah untuk membantu mengurangi penumpukan sampah residu yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan menjadi alternatif pengelolaan sampah sehingga masyarakat tidak lagi membuang sampah ke selokan maupun sungai yang berpotensi mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas perairan.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di rumah. Selain berbagi edukasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga, kami juga memperkenalkan tempat pembakaran sampah sebagai salah satu solusi untuk membantu mengurangi penumpukan sampah residu di Desa Cenrana,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi penggunaan tempat pembakaran sampah, sesi diskusi, serta tanya jawab bersama masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam berbagi pengalaman, menyampaikan berbagai permasalahan terkait pengelolaan sampah di lingkungan sekitar, serta memberikan tanggapan terhadap solusi yang ditawarkan. Demonstrasi yang dilakukan memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai cara penggunaan fasilitas tersebut secara tepat sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan.
“Program ini sangat membantu karena masyarakat dapat melihat langsung proses pembakaran sampah residu melalui demonstrasi yang dilakukan. Sampah menjadi lebih terkelola dan tidak lagi tercecer atau dibuang ke selokan maupun sungai. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cenrana,” tutur salah seorang peserta kegiatan.
Melalui program kerja ini, Kami berharap masyarakat Desa Cenrana dapat membangun kebiasaan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dengan baik. Diharapkan, program ini tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi semata, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, Desa Cenrana diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, serta terbebas dari kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dapat mencemari lingkungan dan perairan.(***)










