Bulukumba – Pihak Bintang Asia memberikan klarifikasi terkait keluhan petani semangka di Kabupaten Bulukumba yang sebelumnya menyebut bibit yang digunakan tidak tumbuh setelah disemai.
Bintang Asia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan pengujian laboratorium terhadap benih yang dikeluhkan. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, perusahaan menyatakan kondisi benih normal dengan daya kecambah mencapai 85 persen, atau sesuai dengan standar pemerintah.
Klarifikasi tersebut disampaikan pihak Bintang Asia setelah muncul pemberitaan mengenai keluhan petani yang menyebut sebanyak 12 bungkus bibit semangka tidak tumbuh sama sekali sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh media ini.
Hasil Uji Laboratorium Dinyatakan Normal
Dalam keterangannya, pihak Bintang Asia menyampaikan bahwa pengujian dilakukan terhadap benih Madrid sebanyak 12 pack milik Petani tersebut. Perusahaan juga menyebut telah melakukan pembandingan dengan nomor pack yang sama untuk memastikan hasil pengujian.

“Untuk hasil uji lab benih kami sudah keluar dan pembanding dengan nomor pack yang sama juga. Ini hasil uji lab pengujian benih Madrid 12 pack, Petani tersebut, dan hasilnya murni benih kami normal, daya kecambahnya 85 persen, standar dari pemerintah,” jelas pihak Bintang Asia.
Dengan hasil tersebut, perusahaan menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan laboratorium, tidak ditemukan indikasi bahwa benih mengalami persoalan kualitas sebagaimana dikeluhkan.
Pihak Bintang Asia juga menyampaikan adanya kasus lain yang sedang mereka tangani, yakni keluhan dari Pak Andi di Bonto Manai, Kecamatan Rilau Ale, Bulukumba, yang disebut menggunakan 13 bungkus benih.
Menurut informasi dari kantor pusat, hasil pemeriksaan dari bagian Quality Assurance (QA) kembali menunjukkan bahwa daya tumbuh benih berada pada angka 85 persen dan dinyatakan aman serta sesuai standar pemerintah.
Perusahaan Sebut Faktor Penyemaian Perlu Diperhatikan
Bintang Asia menjelaskan bahwa keberhasilan benih untuk tumbuh tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih. Ada sejumlah faktor lain yang dapat memengaruhi proses perkecambahan.
Perusahaan menyebut beberapa faktor tersebut antara lain cara penyemaian, perlakuan terhadap benih, serta media semai yang digunakan.
“Kami selaku tim lapangan sudah sering seperti ini, Pak. Kami selaku tim lapangan tidak lepas tangan dan selalu berikan solusi ke petani, baik dalam bentuk kegiatan penyuluhan maupun studi banding hasil-hasil produk kami,” ujar pihak Bintang Asia.
Menurut perusahaan, berdasarkan pengalaman mereka dalam menangani keluhan di lapangan, persoalan tidak tumbuhnya benih dapat terjadi karena berbagai faktor dalam proses penyemaian yang dilakukan konsumen.
Meski demikian, Bintang Asia menegaskan bahwa setiap keluhan petani tetap ditanggapi dan dilayani oleh tim lapangan.
Hal tersebut, menurut perusahaan, merupakan bagian dari tanggung jawab mereka sebagai perwakilan Bintang Asia di lapangan.
Bintang Asia Tegaskan Tidak Lepas Tangan
Pihak perusahaan membantah anggapan bahwa mereka mengabaikan keluhan petani.
Bintang Asia menyatakan telah memberikan solusi serta penjelasan kepada petani berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara transparan.
“Kami sudah berikan solusi, Pak, terkait informasi keluhan petani secara transparan (hasil uji lab), bahwa benih kami daya tumbuhnya aman,” ungkap pihak perusahaan.
Perusahaan juga mengatakan bahwa tim lapangan secara berkala melakukan koordinasi dengan petani yang mengalami permasalahan.
Dengan demikian, menurut Bintang Asia, penanganan keluhan tidak berhenti hanya pada pemeriksaan produk, tetapi juga dilakukan melalui pendampingan dan komunikasi dengan petani.
Perusahaan Siap Memberikan Solusi
Meski menyatakan benih dalam kondisi normal berdasarkan hasil uji laboratorium, Bintang Asia tetap menegaskan komitmennya untuk memberikan solusi terhadap persoalan yang dialami petani.
“Betul Pak, memang dan kami akan berikan solusinya sesuai masalah yang diterima petani,” tegas pihak perusahaan.
Perusahaan menilai penyelesaian persoalan harus dilakukan dengan melihat masalah secara menyeluruh. Tidak hanya kualitas benih yang diperiksa, tetapi juga proses penyemaian, perlakuan terhadap benih dan media yang digunakan petani.
Dengan adanya hasil uji laboratorium, pihak Bintang Asia berharap persoalan tersebut dapat dilihat secara objektif dan tidak langsung menyimpulkan bahwa kegagalan tumbuh disebabkan oleh kualitas benih.
Keluhan Petani Tetap Menjadi Perhatian
Sebelumnya, seorang petani semangka di Bulukumba mengaku kecewa setelah bibit yang dibelinya disebut tidak tumbuh setelah disemai. Petani tersebut menyebut sebanyak 12 bungkus bibit mengalami persoalan serupa.
Keluhan itu kemudian dikomunikasikan kepada pihak Bintang Asia hingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kini, berdasarkan klarifikasi perusahaan, hasil uji laboratorium menunjukkan daya kecambah 85 persen dan dinyatakan sesuai standar pemerintah.
Dengan hasil tersebut, penyebab spesifik mengapa benih yang digunakan petani tidak tumbuh sebagaimana yang diharapkan masih menjadi bagian yang perlu ditelusuri secara teknis.
Bintang Asia sendiri menyatakan siap memberikan solusi dan pendampingan kepada petani sesuai persoalan yang ditemukan.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak lepas tangan terhadap keluhan petani dan tetap membuka komunikasi untuk mencari solusi atas setiap persoalan yang terjadi di lapangan.
.lp; Kamaluddin










