Ratusan Warga Tiga Kecamatan Kepung DPRD Bulukumba, Polisi Kawal Ketat hingga Aksi Berakhir Damai

Oplus_131072

Bulukumba — Ratusan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, turun ke jalan menyampaikan aspirasi terkait rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) Bulukumba di kawasan Hutan Anrang, Senin (7/9/2026).

Aksi yang digelar Aliansi Masyarakat Pejuang Kemanusiaan bersama Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Bulukumba itu berlangsung di depan Gedung DPRD Bulukumba dan mendapat pengamanan serta pengawalan ketat aparat kepolisian.

Lebih dari 100 warga dari Kecamatan Rilau Ale, Kindang, dan Gantarang turut ambil bagian dalam aksi tersebut. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk penolakan terhadap rencana pembangunan Yonif TP di kawasan Hutan Anrang yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

Meski membawa tuntutan yang cukup keras, jalannya aksi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Polisi Kawal Massa Sejak dari Titik Keberangkatan

Pengamanan tidak hanya dilakukan saat massa tiba di depan Gedung DPRD Bulukumba. Personel Polsek Rilau Ale terlebih dahulu melakukan pengawalan terhadap rombongan kendaraan peserta aksi sejak keberangkatan dari wilayah Kecamatan Rilau Ale.

Pengawalan tersebut dilakukan hingga rombongan tiba di lokasi aksi di pusat Kabupaten Bulukumba.
Setibanya di depan Gedung DPRD, massa kemudian menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian.

Polres Bulukumba mengerahkan personel gabungan dari sejumlah satuan dan jajaran Polsek untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan aman.
Pengamanan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bulukumba Kompol A. Akbar Munir, S.H., S.E., M.M., bersama Kapolsek Ujung Bulu IPTU Rudi Adri Purwanto, S.H., Kapolsek Rilau Ale AKP Muh. Riad, S.Sos., Kapolsek Kindang Iptu Hendra Yunus, S.H., serta Plt. Kapolsek Gantarang AKP H. Hamsah, S.H.

Dari Jalanan Berlanjut ke Ruang Paripurna

Setelah menyampaikan aspirasi melalui aksi terbuka, perwakilan massa kemudian diterima dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak DPRD Bulukumba dan sejumlah pihak terkait.
RDP berlangsung di ruang sidang paripurna DPRD Bulukumba.

Forum tersebut menjadi ruang bagi perwakilan warga untuk menyampaikan secara langsung persoalan yang menjadi dasar aksi, terutama menyangkut rencana pembangunan Yonif TP di kawasan Hutan Anrang.Dengan demikian, aspirasi warga tidak berhenti di jalan. Tuntutan tersebut kemudian dibawa ke meja pembahasan bersama pihak legislatif dan unsur terkait.

Tiga Kecamatan Bersatu, Polisi Pastikan Tak Ada Gesekan

Kabag Ops Polres Bulukumba Kompol A. Akbar Munir mengatakan, kehadiran personel kepolisian dalam aksi tersebut merupakan bagian dari pelayanan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapat di muka umum secara aman dan tertib.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum. Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif,” ujarnya.

Ia mengapresiasi seluruh personel gabungan yang telah menjalankan tugas pengamanan, termasuk peserta aksi yang dinilai mampu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan. Terima kasih juga kepada seluruh peserta aksi atas kerja samanya dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib,” katanya.

Menurutnya, situasi kondusif dapat terwujud karena adanya sinergi antara kepolisian, peserta aksi, DPRD Bulukumba, serta seluruh unsur yang terlibat.
“Perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika masyarakat. Yang terpenting adalah seluruh aspirasi dapat disampaikan secara damai dan tetap menjaga ketertiban bersama,” pungkasnya.

Aksi Berakhir Tanpa Gangguan Kamtibmas

Setelah RDP selesai, massa kemudian membubarkan diri dan meninggalkan Gedung DPRD Bulukumba secara tertib.
Tidak ada gangguan keamanan yang menonjol selama pelaksanaan aksi.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 WITA dalam keadaan aman, lancar, kondusif, dan terkendali.
Pengamanan melibatkan personel gabungan Polres Bulukumba, Polsek Rilau Ale, Polsek Ujung Bulu, Polsek Kindang, Polsek Gantarang, serta Satpol PP Kabupaten Bulukumba.

Aksi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai rencana pembangunan Yonif TP dapat disampaikan melalui jalur terbuka dan ruang dialog, dengan tetap menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Lp:Kr.Tompo

Pos terkait