KARO, SUMATERA UTARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo kini menghadapi sorotan tajam. Ratusan pelajar dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG pada 13 Agustus 2026.
Kasus ini tidak lagi sekadar menjadi keluhan di tengah masyarakat. Persoalan tersebut telah dibawa ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Karo, setelah sejumlah siswa mengalami berbagai gejala, mulai dari gatal pada mulut dan kulit hingga sesak napas.
Data awal menyebut sekitar 265 pelajar terdampak. Sementara catatan lainnya mencatat 269 siswa SMA/SMK dari sejumlah sekolah di kawasan Berastagi mengalami keluhan setelah menyantap makanan yang disediakan melalui program MBG.
Angka tersebut tentu bukan perkara kecil.
Di balik angka ratusan itu terdapat anak-anak sekolah yang seharusnya menerima makanan bergizi dan aman, bukan justru menghadapi gangguan kesehatan setelah makan.
Orang Tua Mulai Bertanya: Seberapa Aman MBG?
Dalam RDP, keresahan orang tua mencuat. Mereka meminta pemerintah dan pihak terkait memberikan jawaban yang terang mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Salah satu tuntutan paling tegas adalah penghentian sementara pelaksanaan MBG di Kabupaten Karo sampai penyebab kejadian benar-benar diketahui.
Kekhawatiran itu beralasan. Sebab, ketika menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak dalam jumlah besar, aspek keamanan pangan tidak boleh ditempatkan sebagai persoalan tambahan.
Standar kebersihan, kualitas bahan, proses memasak, penyimpanan hingga distribusi harus benar-benar diawasi.
Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan gizi anak justru menimbulkan persoalan baru akibat lemahnya pengawasan.
Ikan Dencis Disorot, Tapi Jangan Asal Menuding
Menu yang dikonsumsi siswa saat kejadian antara lain sayur kol, wortel dan gulai ikan dencis.
Ikan dencis kemudian menjadi salah satu dugaan awal yang ikut disorot karena sejumlah siswa mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Namun, dugaan bukanlah bukti.
Penyebab gangguan kesehatan tersebut tidak boleh ditetapkan hanya berdasarkan dugaan atau kesamaan menu. Pemeriksaan medis, uji laboratorium terhadap sampel makanan, pemeriksaan bahan baku serta investigasi terhadap proses pengolahan dan distribusi harus dilakukan untuk mendapatkan jawaban yang objektif.
Jika ternyata ditemukan kontaminasi atau kelalaian, maka fakta tersebut harus dibuka secara terang.
Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan membuktikan tidak ada kaitan dengan makanan MBG, masyarakat juga berhak mengetahui hasilnya.
SPPG Harus Diawasi Ketat
Sorotan juga mengarah pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari rantai penyediaan makanan MBG.
DPRD Karo sebelumnya telah mendorong pemeriksaan terhadap SPPG serta meminta pengawasan terhadap SOP, higienitas, kualitas bahan makanan dan proses penyediaannya diperketat.
Pertanyaannya kini sederhana tetapi sangat penting:
Apakah seluruh prosedur keamanan pangan benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya?
Apakah bahan makanan diperiksa sebelum diolah? Bagaimana proses penyimpanan dan pemasakan? Bagaimana makanan didistribusikan? Dan apakah seluruh standar kebersihan telah dipenuhi?
Semua pertanyaan itu harus dijawab dengan data dan hasil pemeriksaan, bukan sekadar pernyataan.
Jangan Sampai Keselamatan Anak Menjadi Taruhan
Program MBG memiliki tujuan besar untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Namun, keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari berapa banyak makanan yang dibagikan.
Makanan harus bergizi sekaligus aman dikonsumsi.
Ketika ratusan siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, pemerintah wajib memastikan kasus tersebut ditangani secara serius, transparan dan menyeluruh.
Publik kini menunggu hasil investigasi: apa penyebab sebenarnya, di titik mana persoalan terjadi, dan siapa yang harus bertanggung jawab jika ditemukan kelalaian?
Ratusan Siswa Diduga Terdampak MBG di Karo, Orang Tua Desak Program Dihentikan: Keselamatan Anak Jangan Jadi Taruhan pertanyaan publik menggantung.
Jika memang ada kelalaian, bongkar. Jika tidak ada, jelaskan. Yang paling penting, keselamatan anak-anak jangan pernah menjadi taruhan.(***)










