Personel Satlantas Polres Bulukumba tampil di ajang MTQ tingkat provinsi, tunjukkan sinergi tugas negara dan nilai keagamaan

Bulukumba — Sosok anggota polisi yang tak hanya sigap di jalan raya, tetapi juga fasih melantunkan ayat suci Al-Qur’an, datang dari jajaran Satlantas Polres Bulukumba. Bripda M. Ahriadi dipercaya mewakili daerahnya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Ke-XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 yang digelar di Kabupaten Maros.

Dalam kompetisi bergengsi tingkat provinsi tersebut, Bripda Ahriadi turun pada cabang Qiraat Al-Qur’an kategori Murattal Remaja Putra. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai 12 hingga 18 April 2026, dan diikuti sekitar 1.000 peserta terbaik dari seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Keikutsertaan Bripda Ahriadi bukan tanpa dasar. Sebelum bergabung dengan institusi Polri, ia merupakan alumni Pondok Pesantren As’adiyah Kaloling, Kabupaten Bantaeng—lembaga pendidikan Islam yang dikenal melahirkan generasi dengan kemampuan tilawah Al-Qur’an yang mumpuni.

Di tengah kesibukannya sebagai personel lalu lintas, Ahriadi tetap aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia kerap diundang masyarakat di Bulukumba dan Bantaeng untuk mengisi ceramah dan tausiah, terutama pada momen penting seperti Idulfitri, takziah, dan berbagai agenda religi lainnya.

Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, melalui Kasi Humas Kompol H. Marala, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keikutsertaan Bripda Ahriadi menjadi bukti bahwa anggota Polri mampu menghadirkan keseimbangan antara profesionalitas tugas dan penguatan nilai spiritual.

“Ini bukan sekadar keikutsertaan, tetapi cerminan bahwa personel Polri juga bisa menjadi teladan di tengah masyarakat, baik dalam kedinasan maupun kehidupan beragama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Polres Bulukumba memberikan dukungan penuh serta doa agar Bripda Ahriadi mampu memberikan penampilan terbaiknya di ajang MTQ tersebut.

Partisipasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota Polri lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri secara utuh—tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam memperkuat nilai-nilai keimanan dan kedekatan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

 

Lp: Kamaluddin 

Pos terkait