Makassar – Gelombang perlawanan mahasiswa kembali memanas. Sejumlah organisasi yang berhimpun dalam Front Mahasiswa Rakyat Menggugat dipastikan turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Sulawesi Selatan pada Jumat, 24 April 2026.
Aksi tersebut dipicu mandeknya penanganan dugaan kasus korupsi mesin ceklok/absensi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai yang hingga kini dinilai belum menunjukkan titik terang.
Dalam pernyataannya, massa aksi menyerukan pencopotan Kasat Reskrim dan Kanit Tipikor Polres Sinjai karena dianggap gagal memberi kepastian hukum atas kasus yang telah lama bergulir.
Wahid Leon, selaku Jenderal Lapangan Front Mahasiswa Rakyat Menggugat, menegaskan bahwa kesabaran publik telah habis.
“Kasus ini terlalu lama mengendap. Jika penegakan hukum hanya jalan di tempat, maka publik berhak curiga. Kami mendesak Polda Sulawesi Selatan mengambil alih kasus ini dan mencopot pejabat yang tidak serius menanganinya.”
Tak hanya itu, massa juga mendesak BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan agar segera membuka hasil audit terhadap pengadaan mesin ceklok di Kabupaten Sinjai.
Menurut mereka, audit tersebut penting untuk membongkar siapa aktor di balik dugaan penyimpangan anggaran yang selama ini menjadi sorotan publik.
Berdasarkan surat pemberitahuan aksi, demonstrasi akan dimulai pukul 13.00 WITA hingga selesai, dengan dua titik utama yakni Polda Sulawesi Selatan dan BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan.
Situasi diprediksi memanas. Mahasiswa menegaskan bahwa ini bukan sekadar aksi seremonial, tetapi peringatan keras bagi aparat dan lembaga pengawas agar berhenti membiarkan dugaan korupsi terkubur dalam diam.(*)







