Sidrap – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan lingkungan sebagai langkah pencegahan stunting terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 116 Kampung Sejahtera.
Pada 5 Agustus 2026, Tesalonika Noulyn Sharon Mangindaan, mahasiswa KKN-T 116 Kampung Sejahtera, menggelar Program Kerja Individu bertajuk “Sosialisasi Mengenal Mikroorganisme Baik dan Jahat Melalui Edukasi Kesehatan Lingkungan untuk Pencegahan Stunting Menuju Kampung Sejahtera” di Desa Buae. Kegiatan ini diikuti masyarakat setempat dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Dalam pemaparannya, Tesalonika menjelaskan bahwa mikroorganisme merupakan makhluk hidup berukuran sangat kecil yang hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop. Mikroorganisme terdiri atas berbagai jenis, seperti bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Sebagian mikroorganisme memiliki manfaat bagi kesehatan manusia, sementara sebagian lainnya dapat menjadi penyebab penyakit apabila tidak dikelola dengan baik.
Materi sosialisasi juga menekankan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi oleh kekurangan gizi kronis, tetapi juga berkaitan dengan infeksi yang terjadi berulang akibat sanitasi dan kebersihan lingkungan yang kurang baik.
Karena itu, masyarakat diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sebagai salah satu strategi mencegah stunting sejak dini.
Selain memberikan pemahaman mengenai mikroorganisme, peserta juga memperoleh edukasi tentang penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa kebiasaan yang ditekankan meliputi mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan, memotong kuku secara rutin, menutup makanan agar terhindar dari kontaminasi, menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air secara berkala, serta memastikan makanan dimasak hingga matang.
Menariknya, peserta juga diperkenalkan dengan praktik sederhana pembuatan yogurt sebagai contoh pemanfaatan mikroorganisme baik yang memberikan manfaat bagi kesehatan, sehingga masyarakat dapat memahami bahwa tidak semua mikroorganisme bersifat merugikan.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat Desa Buae menunjukkan antusiasme yang tinggi. Peserta aktif mengikuti penyampaian materi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait kesehatan lingkungan dan pencegahan stunting.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan PHBS secara konsisten, serta bersama-sama mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting demi mewujudkan Desa Buae sebagai Kampung Sejahtera yang sehat, produktif, dan berkualitas.(*)
Penulis: Tesalonika










