Sinergi Unhas-Kemensos: UMKM Graduasi PKH di Sidrap Dilatih Kuasai Pemasaran Digital

Oplus_131072

SIDRAP – Angin perubahan berhembus di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam program “Kampung Sejahtera” bekerja sama dengan Kementerian Sosial, membawa terobosan nyata bagi pelaku usaha mikro setempat.

Melalui program bertajuk “UMKM GO DIGITAL”, mahasiswa memberikan pendampingan khusus bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya kalangan Graduasi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH). Tujuannya jelas: memutus rantai keterbatasan pasar dengan memanfaatkan teknologi yang ada di genggaman tangan.

Bukan sekadar teori, peserta dibimbing langsung dari nol. Mulai dari cara mendaftarkan lokasi usaha agar mudah ditemukan di Google Maps, membuat profil usaha yang menarik, teknik memotret produk yang memikat mata, hingga menyusun kata-kata promosi yang efektif. Mahasiswa juga mengajarkan cara memanfaatkan WhatsApp Business, Facebook, Instagram, hingga TikTok untuk menjangkau pembeli yang jauh lebih luas.

Penanggung jawab program, Firanti Pabarrung, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar sederhana namun berdampak besar. “Kami ingin para pelaku usaha ini tidak lagi merasa asing dengan teknologi. Dengan terdaftar di Google Maps dan aktif bermedia sosial, usaha mereka lebih mudah ditemukan, kepercayaan pembeli meningkat, dan peluang omzet bertambah besar terbuka lebar,” ujarnya.

Antusiasme warga Desa Buae sangat tinggi. Mereka yang tadinya hanya mengandalkan pembeli lewat, kini memiliki bekal kemampuan untuk mempromosikan dagangannya hingga ke luar desa. Pendampingan langsung membuat mereka lebih percaya diri dan siap beradaptasi.

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara Unhas dan Kemensos dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Diharapkan, langkah awal ini dapat terus berlanjut sehingga UMKM di Desa Buae tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing di era ekonomi digital yang semakin terbuka lebar.(*)

Pos terkait