BULUKUMBA, SULAWESI SELATAN – Ironi nasib rakyat di tengah semangat pembangunan kembali menjadi sorotan. Berbulan-bulan sejak luapan air sungai menerjang Dusun Kapasa, Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe pada 5 Juli 2025, jalan penghubung vital nyaris putus total dan tanggul penahan jebol. Warga mempertaruhkan nyawa setiap melintas, namun baru kini muncul tanggapan resmi.
Saat dimintai konfirmasi, Wakil Ketua II DPRD Bulukumba Andi Syahruni Haris menyatakan: “Penanganan jalan dan jembatan yang rusak akan segera kami prioritaskan, baik melalui anggaran APBD Kabupaten, dukungan Provinsi, maupun alokasi anggaran Pusat.”
Sebelumnya, mewakili kelompok masyarakat pembawa aspirasi, Adil Makmur menegaskan tajam:
“Bulukumba boleh berlayar megah dengan gedung bertingkat yang berkilau, tapi jangan biarkan rakyat di bawah justru tenggelam dalam jeritan yang tak didengar. Kami menagih amanah: pejabat tak duduk di kursi jika bukan pilihan rakyat. Buktikanlah, jika benar kami satu perahu yang sama berlayar bersama Anda!”
Janji ini kini menjadi harapan sekaligus ujian nyata. Warga menanti bukan sekadar ucapan, melainkan langkah nyata penanganan darurat. Rakyat belum merasakan kemerdekaan sejati jika akses kehidupan masih terancam, sementara janji hanya menjadi kata tanpa wujud.(***9
Lp: Kamaluddin










