Bulukumba — Aktivitas bisnis perbankan dan perusahaan pembiayaan atau leasing di Kabupaten Bulukumba kembali disentil. Di tengah derasnya penyaluran kredit kepada masyarakat, kontribusi dunia usaha sektor keuangan terhadap kegiatan pemuda dan olahraga justru dinilai masih minim.
Kritik tajam tersebut disampaikan Ketua BASIS LPBB, Om Black, melalui siaran pers, Rabu (26/8/2026). Ia mempertanyakan komitmen sosial lembaga keuangan yang setiap hari menjalankan aktivitas bisnis dengan masyarakat Bulukumba.
Menurutnya, masyarakat selama ini menjadi pasar penting bagi perbankan dan leasing. Kredit kendaraan, modal usaha, konsumtif hingga berbagai produk pembiayaan terus ditawarkan. Namun ketika pemuda dan komunitas membutuhkan dukungan untuk kegiatan positif, kontribusi dari sektor tersebut dinilai belum terasa signifikan.
“Masyarakat dibutuhkan ketika menjadi nasabah. Pertanyaannya, ketika pemuda membutuhkan dukungan untuk kegiatan positif, apakah mereka juga dianggap penting?” kata Om Black.
Ia menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berbicara tentang besar kecilnya nominal bantuan. Yang menjadi persoalan adalah kehadiran dan kepedulian dunia usaha terhadap
kehidupan sosial masyarakat di daerah.
Jangan Hanya Pandai Menagih Angsuran
Om Black menilai hubungan antara perusahaan pembiayaan dengan masyarakat jangan hanya terlihat ketika masyarakat mengajukan kredit atau ketika kewajiban pembayaran jatuh tempo.
Ia mendorong lembaga keuangan menunjukkan wajah lain sebagai mitra pembangunan sosial.
“Jangan sampai masyarakat hanya dikenal saat mengajukan kredit dan diingat ketika membayar angsuran. Ketika pemuda menggelar kegiatan olahraga, sosial dan pengembangan bakat, jangan justru seolah-olah tidak terlihat,” ujarnya.
Menurutnya, pemuda Bulukumba tidak selalu meminta bantuan dalam jumlah besar. Banyak kegiatan lahir dari swadaya, gotong royong dan keterbatasan anggaran.
Namun, dukungan dari perusahaan yang memiliki kekuatan ekonomi dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan kegiatan tersebut.
Pemuda Bukan Beban, tetapi Investasi
Om Black menegaskan kegiatan olahraga dan kepemudaan bukan sekadar hiburan atau kegiatan seremonial.
Menurut dia, lapangan olahraga,
komunitas dan organisasi pemuda merupakan ruang penting untuk membentuk karakter, disiplin, solidaritas serta mencegah generasi muda terjerumus ke berbagai aktivitas negatif.
“Pemuda yang aktif dalam olahraga dan kegiatan positif bukan beban perusahaan. Mereka adalah investasi sosial bagi daerah. Hari ini mungkin mereka hanya pemain bola atau pengurus komunitas, tetapi besok bisa menjadi pemimpin,” katanya.
Karena itu, ia meminta perbankan dan perusahaan leasing tidak hanya menghitung keuntungan finansial dari aktivitas bisnisnya, tetapi juga mulai menghitung dampak sosial yang bisa mereka ciptakan.
Pemda Jangan Diam
Om Black juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengambil peran lebih aktif. Pemerintah daerah, kata dia, dapat mempertemukan pelaku industri keuangan dengan organisasi kepemudaan dan komunitas olahraga untuk membangun pola kemitraan yang jelas dan berkelanjutan.
Ia mengingatkan, program tanggung jawab sosial perusahaan jangan hanya menjadi agenda tahunan atau sekadar formalitas untuk memenuhi citra perusahaan.
“Kalau memang ada tanggung jawab sosial, jangan hanya muncul dalam bentuk seremoni. Pemuda membutuhkan dukungan yang nyata, terukur dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sorotan ini sekaligus menjadi tantangan bagi perbankan dan leasing di Bulukumba untuk membuktikan bahwa keberadaan mereka di tengah masyarakat bukan sekadar untuk mengambil keuntungan dari perputaran ekonomi warga, tetapi juga ikut mengembalikan manfaat kepada masyarakat.
Om Black berharap lembaga keuangan berani membuka ruang kolaborasi dengan pemuda, komunitas dan organisasi olahraga.
“Jangan hanya datang membawa brosur kredit. Datang juga ketika pemuda Bulukumba sedang berjuang membangun prestasi. Kalau masyarakat dianggap penting sebagai nasabah, maka masyarakat juga harus dianggap penting sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan,” pungkasnya.(*)
Lp: Kamaluddin










