SINJAI — Perjalanan yang semestinya dipenuhi kebahagiaan mengantar pengantin berubah menjadi duka.
Sebuah mobil Toyota Kijang yang membawa rombongan pengantar pengantin mengalami kecelakaan tunggal di Dusun Kaleleng, Desa Saotengnga, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Dalam kecelakaan tersebut, seorang anak laki-laki berusia sekitar 10 tahun meninggal dunia. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Manimpahoi untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu, empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut membawa rombongan pengantar pengantin dari Pusanti, Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat. Saat melintas di wilayah Dusun Kaleleng, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga keluar dari badan jalan dan terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar lima meter.
Dugaan sementara, pengemudi mengalami kantuk saat berkendara. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan aparat kepolisian.
Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, membenarkan adanya kecelakaan tersebut.
Personel Satlantas Polres Sinjai telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan.
Bahagia Berubah Menjadi Tangis
Kecelakaan itu menjadi pukulan berat bagi keluarga korban. Perjalanan yang awalnya membawa rombongan menuju sebuah momen bahagia justru berakhir dengan kabar duka.
Seorang anak yang seharusnya masih menikmati masa kanak-kanaknya harus pergi untuk selamanya akibat kecelakaan di perjalanan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Jangan Paksa Berkendara Saat Mengantuk
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bagi setiap pengendara, khususnya mereka yang melintasi jalur Sinjai Barat–Sinjai Tengah yang memiliki sejumlah tikungan dan kondisi jalan yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Rasa kantuk saat mengemudi bukan perkara sepele. Jika kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan, pengemudi sebaiknya segera mencari tempat aman untuk berhenti dan beristirahat.
Jangan mempertaruhkan nyawa hanya demi memaksakan perjalanan. Karena satu detik kehilangan konsentrasi dapat mengubah perjalanan menjadi tragedi.
Sumber: laporan warga dan konfirmasi Humas Polres Sinjai.(***)










