Bulukumba — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali menjadi sorotan. Kali ini, muncul dugaan ditemukannya ulat pada salah satu menu makanan yang dibagikan kepada siswa MIS Al-Khaerat Tudonro, Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba. 13/10/2026
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (29/9/2026), saat makanan Program MBG dibagikan kepada para siswa. Dugaan temuan ulat disebut terdapat pada menu sayuran di dalam ompreng makanan yang diterima salah seorang siswa.
Makanan tersebut diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontotangnga, yang menjadi salah satu penyedia makanan dalam pelaksanaan Program MBG di wilayah Kabupaten Bulukumba.
Aktivis Asatu, M. Rijal, mempertanyakan sikap Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Bulukumba yang hingga kini dinilai belum memberikan penjelasan secara terbuka terkait dugaan temuan tersebut.
“Ini harus menjadi perhatian serius. Anak-anak sekolah hampir saja mengonsumsi makanan yang diduga terdapat ulat di dalamnya. Pihak Korwil MBG Bulukumba semestinya memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait persoalan ini,” ujar M. Rijal.
Sementara itu, salah seorang guru MIS Al-Khaerat Tudonro membenarkan adanya dugaan temuan tersebut. Menurutnya, makanan tersebut belum sempat dikonsumsi oleh siswa.
Dugaan temuan ulat tersebut kembali menambah sorotan terhadap pelaksanaan Program MBG yang bersumber dari SPPG Bontotangnga. Sebelumnya, SPPG tersebut juga sempat mendapat sorotan dari Aktivis Asatu terkait dugaan keterlambatan distribusi menu makanan yang disebut sempat membuat orang tua siswa merasa cemas.
M. Rijal menilai, berbagai persoalan yang muncul di lapangan semestinya mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak pengelola program, khususnya Korwil MBG Bulukumba.
“Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap sepele. Kalau memang benar ditemukan ulat dalam makanan yang akan dikonsumsi siswa, tentu harus ada evaluasi dan tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab. Jangan tunggu siswa makan ulat tersebut baru kemudian ditindak,” tegasnya.
Ia juga meminta Korwil MBG Bulukumba segera melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap SPPG yang diduga menjadi penyedia makanan tersebut.
Menurutnya, pengawasan terhadap kualitas dan keamanan makanan dalam Program MBG harus dilakukan secara serius karena makanan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak sekolah.
“Kalau memang terbukti ada pelanggaran, harus ada sanksi dan evaluasi terhadap SPPG yang bersangkutan. Jangan menunggu ada korban baru kemudian mengambil tindakan,” kata M. Rijal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Korwil MBG Bulukumba yang telah dihubungi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait dugaan temuan ulat dalam menu MBG tersebut.
Lp: Kamaluddin










