Bulukumba – Kritik tajam terhadap pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bulukumba tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial Facebook. Sorotan itu mencuat melalui unggahan akun “Suara Rakyat Sinjai” yang memuat pernyataan keras dari Suandi Bali, yang diketahui sebagai aktivis vokal di Kabupaten Bulukumba, Rabu (18/3/2026).
Dalam kutipannya, Suandi menegaskan bahwa jika terdapat pelanggaran dalam operasional dapur SPPG, maka penutupan harus dilakukan tanpa kompromi.
“Kalau memang melanggar silakan ditutup. Jangan memaksakan sesuatu, jangan pula berlindung pada asas pemanfaatannya,” tulisnya dalam unggahan yang kini ramai dibagikan.
Ia juga menyoroti ketidakkonsistenan penegakan aturan di lapangan. Disebutkan, di Bulukumba sudah ada empat dapur yang ditutup karena pelanggaran, namun masih ada beberapa lainnya yang terkesan dibiarkan meski diduga memiliki persoalan serupa.
“Adapula yang masih didiamkan dengan kondisi pelanggarannya. Andaikan saya punya kuasa, sudah dipastikan akan ada upaya bersih-bersih,” lanjutnya.
Meski keras dalam kritik, Suandi menegaskan bahwa dirinya dan masyarakat bukan menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Justru sebaliknya, ia mengaku mendukung penuh dapur-dapur yang beroperasi secara profesional dan bertanggung jawab.
“Kami bukan anti terhadap MBG. Kami mendukung dapur yang punya integritas, menu berkualitas, pengelolaan limbah yang tepat, izin lengkap, dan mampu hidup bertetangga dengan baik,” tegasnya.
Ia pun memberikan peringatan terbuka kepada pengelola dapur SPPG, khususnya di wilayah Kajang, Herlang, dan Bontotiro, agar segera melakukan pembenahan sebelum polemik semakin meluas.
“Setelah Ramadan, semua pelanggaran yang selama ini didiamkan pasti akan kami ingatkan kembali. Tolong dibenahi, ditata, dan diperbaiki,” tulisnya.
Kritik ini memantik perhatian publik dan memunculkan tuntutan agar pemerintah daerah serta pihak terkait lebih tegas dalam melakukan pengawasan dan penindakan, demi menjaga kualitas program serta kepercayaan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai tindak lanjut atas sorotan yang viral tersebut.
Lp: Kamaluddin







