Tragis! Tukang Ojek di Rampi Tewas Ditandu Puluhan Kilometer, Jalan Rusak Kembali Makan Korban

Luwu Utara – Duka menyelimuti warga Desa Tedeboe, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara. Seorang tukang ojek, Lamber Wunta, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal dan harus ditandu puluhan kilometer akibat akses jalan yang rusak parah, Senin (13/04/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban dalam perjalanan dari ibu kota Kabupaten Luwu Utara, Kecamatan Masamba, menuju Kecamatan Rampi. Di tengah perjalanan, korban diduga kehilangan kendali hingga terjatuh ke dalam jurang dan tertimpa sepeda motornya.

Kondisi jalan poros Masamba–Rampi yang rusak berat disebut menjadi faktor utama penyebab kecelakaan tersebut. Selain itu, keterbatasan akses transportasi membuat proses evakuasi berlangsung dramatis.

Korban yang mengalami luka serius sempat ditandu oleh rekan-rekannya sesama tukang ojek sejauh kurang lebih 40 kilometer menuju Masamba untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kepala Desa Tedeboe, Basri Perutu’, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi.

“Iya, itu warga saya, tukang ojek. Jatuh ke jurang dan tertimpa motornya. Saat ini sempat ditandu oleh teman-temannya untuk dibawa ke Masamba agar mendapat perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi korban saat itu sangat kritis dan tidak memungkinkan untuk dibonceng menggunakan sepeda motor.

“Informasi terakhir yang saya terima, korban dalam kondisi kritis dan harus ditandu. Saya juga masih dalam perjalanan dan terkendala jaringan,” tambahnya.

Namun, harapan agar korban selamat pupus di tengah perjalanan. Setelah ditandu sekitar 25 kilometer melintasi medan hutan yang berat, Lamber Wunta menghembuskan napas terakhir sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.

Informasi duka tersebut disampaikan oleh Teofilus, warga Kecamatan Rampi sekaligus aktivis pemerhati wilayah tersebut.

“Korban meninggal dunia di tengah perjalanan setelah ditandu sekitar 25 kilometer. Saat ini masih dalam perjalanan, dan ambulans sudah disiapkan untuk penjemputan di Desa Pincara, Kecamatan Masamba,” ungkapnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti buruknya infrastruktur jalan di wilayah terpencil seperti Rampi, yang dinilai kerap menghambat akses layanan darurat dan membahayakan keselamatan warga.(***)

Pos terkait