Jelang HUT RI ke-81, Ikon Pinisi Bundaran Bulukumba Tak Berlayar: Layar Hilang, Nama Bank Justru Terpampang Jelas

Oplus_131072

Bulukumba — Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, hati warga Bulukumba terasa perih memandang ikon kebanggaan daerahnya. Replika Perahu Pinisi di tengah Bundaran Kota Bulukumba, yang seharusnya menjadi lambang kebanggaan “Bulukumba Berlayar”, justru tampak mengenaskan- tiang berdiri tegak, namun layarnya belum terpasang dan dibiarkan rusak.

Padahal, Pinisi telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, dan bundaran itu adalah pintu gerbang utama kota, tempat warga maupun tamu daerah pertama kali menyambut Bulukumba.

Kondisi ini disayangkan oleh Aktivis Kemasyarakatan Bulukumba, Andi Saiful. Dengan nada kecewa ia menegaskan, tak ada inisiatif nyata dari instansi terkait untuk merawat sekadar ikon kebanggaan daerah sendiri.

“Sangat menyayangkan pembiaran ini. Tak ada satupun instansi yang berinisiatif memperbaiki dan memasang layarnya. Padahal ikon ini adalah wajah kita, simbol jati diri Bulukumba di mata dunia,” ujar Andi Saiful.

Yang makin menyisakan ironi, di badan perahu yang belum terpasang layarnya itu justru terpampang nama salah satu bank dengan tulisan besar dan mencolok. Sebuah ruang promosi terawat dengan baik, sementara ikon budaya dibiarkan telanjang tanpa layar.

“Nama bank terpampang jelas dan rapi, tapi layar Pinisi dibiarkan kosong. Hal sekecil perawatan ikon saja tidak bisa diantisipasi, apalagi mengurus hal yang lebih besar,” tegasnya tajam.

Andi Saiful juga menyinggung ketersediaan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk merawat ikon daerah. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bulukumba, instansi terkait, serta pihak swasta dan pengelola dana CSR untuk segera turun tangan.

“Ini soal harga diri daerah. Masa menjelang hari kemerdekaan, lambang kebanggaan kita justru tampak memprihatinkan? Segera pasang layarnya, rawat ikon ini, agar slogan ‘Bulukumba Berlayar’ bukan sekadar tulisan, tapi benar-benar terlihat hidup dan berwibawa,” pintanya.

Warga Bulukumba berharap, jelang perayaan kemerdekaan ini, Perahu Pinisi di bundaran segera berdiri gagah dengan layarnya terkembang. Bukan hanya sebagai hiasan jalan, melainkan bukti bahwa daerah ini tetap menjaga warisan leluhur yang telah diakui dunia.(*)

Lp: Kamaluddin

Pos terkait