Dugaan Mafia Solar Subsidi Mencuat di Bone, Polres Bone Dituntut Buktikan Ketegasannya

Oplus_131072

BONE – Dugaan praktik penampungan BBM subsidi jenis solar kembali mencuat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kali ini, sebuah video yang memperlihatkan lokasi yang diduga menjadi tempat penampungan solar subsidi di Desa Mario, Kecamatan Mare, viral di media sosial.

Video berdurasi sekitar satu menit tersebut beredar Senin (5/10/2026) dan memperlihatkan sebuah lokasi di kawasan permukiman, sejumlah kendaraan serta aktivitas yang diduga berkaitan dengan pemindahan BBM.
Dalam narasi video yang diunggah melalui akun Facebook Takdir Andi, lokasi tersebut disebut-sebut berkaitan dengan seseorang berinisial AA. Lokasi itu juga disebut sebelumnya berada di wilayah Loci, Kecamatan Mare, sebelum berpindah ke Desa Mario.

Viralnya video ini semestinya menjadi alarm keras bagi Polres Bone. Jangan sampai aparat penegak hukum baru bergerak setelah dugaan penyalahgunaan BBM subsidi ramai diberitakan dan menjadi konsumsi publik.

Pertanyaannya sederhana: apakah Polres Bone sudah mengetahui keberadaan lokasi tersebut? Jika belum, bagaimana pengawasan terhadap peredaran solar subsidi di wilayah Kecamatan Mare selama ini dilakukan?

Polisi seharusnya tidak berhenti pada pemantauan media sosial. Jika informasi tersebut dinilai memiliki indikasi awal yang cukup, pengecekan lapangan, klarifikasi pemilik lokasi, pemeriksaan kendaraan, penelusuran asal BBM, dokumen pembelian, hingga dugaan jalur distribusinya harus dilakukan secara serius.

Sebab, solar subsidi bukan komoditas bebas yang dapat ditampung dan dipindahkan sesuka hati. BBM subsidi merupakan barang yang penggunaannya diatur pemerintah dan diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang berhak.

Masyarakat tentu berhak mempertanyakan sejauh mana ketegasan Polres Bone dalam memberantas dugaan mafia atau penyalahgunaan BBM subsidi. Jangan sampai muncul kesan bahwa aparat hanya bertindak setelah persoalan menjadi viral.

Lebih jauh, bila nantinya ditemukan adanya pelanggaran, publik tentu menunggu tindakan hukum yang nyata, bukan sekadar pemeriksaan seremonial.
Sebaliknya, jika setelah dilakukan penyelidikan ternyata dugaan tersebut tidak terbukti, Polres Bone juga perlu menyampaikan hasilnya secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian dan tidak terus dibayangi informasi yang belum terverifikasi.

Kini perhatian publik tertuju kepada Polres Bone. Video sudah beredar, lokasi sudah disebut, bahkan sosok yang diduga terkait juga disebut dalam narasi. Lantas, kapan polisi turun memastikan kebenarannya?

Jangan biarkan dugaan penampungan solar subsidi menjadi bola liar yang hanya ramai di media sosial, tetapi sepi dari tindakan aparat penegak hukum.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Polres Bone maupun pihak yang disebut dalam video. Konfirmasi tetap diperlukan guna memastikan seluruh informasi secara berimbang dan menjunjung asas praduga tak bersalah.(***)

Pos terkait