Diduga Abaikan Tanggung Jawab, Ejen Tenaga Kerja di Malaysia Dikeluhkan Keluarga Pekerja: “Hanya Mau Komisen, Tak Peduli Nasib Orang”

Malaysia – Seorang ejen tenaga kerja di Malaysia kembali menjadi sorotan setelah diduga mengabaikan tanggung jawabnya terhadap pekerja migran yang berada di bawah pengurusannya. Arni Jazima, anak dari salah satu pekerja migran, menuturkan bahwa ejen tersebut hanya mengejar komisen tanpa memedulikan kesehatan, keselamatan, dan hak-hak pekerja.

Menurut Arni, ayahnya Delfin, pekerja asal Kabupaten Timor Tengah Utara, Kecamatan Miomaffo Barat (Eban), tiba-tiba dipindahkan dan “dibuang” ke Pontianak oleh pihak ejen. Pemulangan itu dilakukan dengan alasan hendak mengembalikan ke kampung halaman, namun tanpa penjelasan yang jelas, tanpa prosedur resmi, dan tanpa pendampingan yang semestinya.

“Hati-hati sama ejen seperti ini. Dia hanya mau komisen. Kalau pekerja sakit tidak diurus, bahkan kondisi pekerja saja tidak mau tahu. Dia diduga bersekongkol membuang bapak saya ke Pontianak,” ujar Arni Jazima kepada media melalui Riswan Kanro, Minggu malam, 6 Desember 2025.

Sementara itu, anggota Satgasus Bap3MI, Riswan Kanro, mengatakan bahwa pihaknya masih menelusuri identitas lengkap ejen yang membawa ayah Arni dari Ladang Pelita hingga ke Pontianak. Ia berharap otoritas terkait, baik di Malaysia maupun Indonesia, segera turun tangan karena kasus ini menyangkut keselamatan dan perlindungan pekerja migran.

Kasus ini menambah panjang daftar laporan mengenai ejen nakal yang diduga memanfaatkan pekerja migran tanpa memberikan perlindungan sesuai aturan. Keluarga korban berharap tindakan tegas dapat diambil agar kejadian serupa tidak kembali menimpa pekerja lain.(*)

Pos terkait