Maut Saat Pasang Baliho di Poros Bulukumba–Sinjai, Standar K3 Penyedia Jasa Dipertanyakan

Bulukumba — Pekerjaan berisiko tinggi kembali memakan korban jiwa. Seorang pekerja las bernama Ahmad Fajrul Iksan (24) tewas setelah tersengat listrik tegangan tinggi saat memasang papan reklame di Jalan Poros Bulukumba–Sinjai, Dusun Lajae, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, Sabtu (7/2/2026) sore.

Korban yang berasal dari Kota Makassar itu dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sekitar pukul 16.30 WITA. Saat peristiwa nahas terjadi, Ahmad tengah melakukan pengelasan rangka reklame di area toko CV Tunas Harapan Motorindo.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban berada di ketinggian ketika peralatan las yang digunakan diduga bersentuhan dengan kabel listrik bertegangan tinggi yang melintas dekat titik pemasangan baliho. Sengatan listrik tersebut membuat korban tak tertolong.

Sejumlah saksi mata mengungkapkan kejadian berlangsung mendadak dan mengejutkan warga sekitar. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan masih berada di atas rangka reklame, sehingga proses evakuasi sempat menyulitkan petugas.

Insiden ini langsung mengundang perhatian masyarakat dan pengguna jalan. Arus lalu lintas di ruas Poros Bulukumba–Sinjai dilaporkan sempat tersendat akibat banyaknya warga yang berhenti menyaksikan kejadian.

Evakuasi Dramatis Tim Gabungan

BPBD Kabupaten Bulukumba bersama tim medis PSC 119 diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Dengan pengamanan ekstra, jenazah korban akhirnya berhasil diturunkan dari ketinggian.

“Korban telah dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke RSUD Andi Sulthan Daeng Radja,” kata petugas di lapangan.

Sorotan Keselamatan Kerja

Tragedi ini memunculkan sorotan serius terhadap penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya pada pekerjaan pemasangan reklame yang berdekatan dengan jaringan listrik aktif.

Korban diketahui telah berkeluarga dan memiliki istri asal Kabupaten Sinjai. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta menjadi peringatan keras akan pentingnya pengawasan dan prosedur keselamatan dalam setiap pekerjaan berisiko tinggi.(***)

Pos terkait