Wajo – Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maniangpajo, Sabtu (21/2/2026), berlangsung dinamis dan penuh harapan. Forum tahunan ini tak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi berubah menjadi panggung penyampaian aspirasi warga yang menuntut percepatan pembangunan infrastruktur dan keberpihakan nyata kepada petani.
Hadir langsung Bupati Wajo, Andi Rosman, bersama Wakil Bupati, Baso Rahmanuddin, serta anggota DPRD Wajo Dapil III (Maniangpajo–Belawa–Gilireng). Kehadiran para pengambil kebijakan ini mempertegas bahwa Musrenbang menjadi titik awal penentuan arah pembangunan daerah tahun mendatang.
Sejumlah legislator yang turut hadir di antaranya Ibnu Hajar, Ambo Dalle, dan Apriliani. Mereka kompak menyuarakan komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat hingga masuk dalam kebijakan anggaran.
Jalan Tani dan Infrastruktur Dasar Jadi Prioritas
Dalam sambutannya, Bupati Andi Rosman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tani dan akses antarwilayah, menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Jalan tani bukan sekadar akses, tetapi urat nadi ekonomi masyarakat. Jika akses lancar, distribusi hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Musrenbang adalah ruang partisipatif yang menentukan arah kebijakan, bukan sekadar formalitas tahunan.
DPRD Siap Kawal Hingga APBD
Ibnu Hajar mengapresiasi langkah percepatan pembangunan yang mulai dirasakan masyarakat. Ia berharap kesinambungan program tetap terjaga agar persoalan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan warga dapat tertangani secara merata.
Sementara itu, Ambo Dalle menegaskan pentingnya sinkronisasi antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, banyak usulan masyarakat yang kerap kandas di tahap perencanaan jika tidak dikawal secara serius.
“Musrenbang harus berujung pada penganggaran yang konkret. Aspirasi warga Maniangpajo wajib masuk skala prioritas pembangunan daerah,” ujarnya tegas.
Di sisi lain, Apriliani mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik semata. Ia mendorong penguatan kapasitas petani melalui bantuan bibit unggul, dukungan alat pertanian, hingga kemudahan akses permodalan.
“Kalau petani kuat, ekonomi desa ikut bergerak. Dampaknya langsung terasa pada kesejahteraan keluarga,” katanya.
Harapan Warga: Bukan Sekadar Wacana
Forum Musrenbang ini diwarnai berbagai usulan dari kepala desa dan tokoh masyarakat yang berharap agar pembangunan jalan, irigasi, dan fasilitas umum dapat direalisasikan secara bertahap namun pasti.
Dengan solidnya dukungan DPRD Dapil III dan komitmen pemerintah daerah, warga Maniangpajo kini menaruh harapan besar agar Musrenbang 2026 benar-benar melahirkan kebijakan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Musrenbang bukan lagi sekadar agenda rutin, melainkan momentum menyatukan visi: memperkuat infrastruktur, memajukan pertanian, dan mendorong kesejahteraan yang lebih merata di Kabupaten Wajo.(***)
(Humas DPRD Wajo / Rusli Iyung Sary)







