Aksi PMII Tutup Jalan Poros Sinjai–Makassar, DPRD Bulukumba Didesak Sikapi Polemik Bus AKAP

Bulukumba – Aksi demonstrasi yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bulukumba memanas hingga menutup jalan poros Sinjai–Makassar di depan kantor DPRD Kabupaten Bulukumba, Kamis (12/03/2026).

Penutupan jalan tersebut sempat membuat arus lalu lintas tersendat, sementara massa aksi bergantian menyampaikan orasi keras menyoroti kebijakan transportasi yang dinilai merugikan pelaku usaha travel lokal di Kabupaten Bulukumba.

Mahasiswa menilai, masuknya perusahaan bus Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) ke wilayah Bulukumba memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha jasa mobil travel yang selama ini menggantungkan hidup dari layanan transportasi antar daerah.

Dalam orasinya, massa menyebut kehadiran bus AKAP tanpa pengaturan yang jelas berpotensi mematikan usaha transportasi lokal yang sudah lama beroperasi.

“Jika ini dibiarkan, usaha travel milik masyarakat Bulukumba bisa terancam gulung tikar. Pemerintah harus hadir melindungi usaha lokal,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Setelah beberapa waktu berorasi, perwakilan massa akhirnya diterima untuk melakukan audiensi di ruang aspirasi DPRD oleh Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris.

Namun dialog di dalam ruangan tidak berjalan mulus. Suasana sempat memanas ketika mahasiswa mendesak DPRD mengambil sikap tegas terkait polemik transportasi tersebut. Adu argumen pun tak terhindarkan antara anggota dewan dan para demonstran.

Meski demikian, pertemuan akhirnya berakhir dengan suasana yang lebih kondusif. Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa dan pihak DPRD sebagai simbol berakhirnya dialog.

Aksi yang sempat menyita perhatian pengguna jalan itu berakhir sekitar pukul 15.00 WITA, setelah massa membubarkan diri secara tertib sambil menunggu tindak lanjut dari DPRD terkait tuntutan yang mereka sampaikan.

 

Lp: Kamaluddin

Pos terkait