Bangkalan – Sunyi dini hari di bawah Jembatan Suramadu mendadak berubah menjadi operasi kejar-kejaran dramatis. Tujuh nelayan tak berkutik setelah polisi memergoki mereka tengah membongkar besi pelindung tiang pancang—material vital yang menjaga kekuatan salah satu jembatan terpanjang di Indonesia itu, 15 Maret 2026.
Kisah ini bermula dari kecurigaan warga yang melihat perahu nelayan beraktivitas tak biasa sekitar pukul 03.00 WIB. Di saat kebanyakan orang terlelap, justru muncul gerak-gerik mencurigakan di titik yang jarang tersorot: bagian bawah jembatan.
Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh Satpolairud Polres Bangkalan. Namun saat petugas mendekat, para pelaku diduga sudah mencium kehadiran aparat. Mereka menghentikan aksi dan tancap gas mencoba kabur lewat jalur laut.
Kejar-kejaran di perairan pun tak terhindarkan.
Dengan manuver sigap, petugas akhirnya berhasil menghentikan perahu para pelaku. Saat dilakukan pemeriksaan, terungkap aksi yang tak main-main: empat balok besi antikarat pelindung tiang pancang telah berhasil mereka lepas. Masing-masing berbobot sekitar 120 kilogram-total hampir setengah ton besi diangkut dalam satu perahu kecil.
Tujuh orang langsung diamankan di lokasi. Lima di antaranya berasal dari Gresik, sementara dua lainnya warga Bangkalan. Mereka kini harus mempertanggungjawabkan aksi yang bukan sekadar pencurian biasa, melainkan berpotensi membahayakan struktur infrastruktur vital.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menegaskan bahwa kasus ini masih terus dikembangkan.
Polisi mendalami kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat dalam praktik pencurian material infrastruktur.
Kasus ini pun menyita perhatian publik. Pasalnya, pencurian terjadi pada bagian krusial jembatan yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan.
Aksi nekat tersebut memicu kekhawatiran soal keamanan fasilitas umum dan potensi risiko yang bisa ditimbulkan jika dibiarkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras: di balik megahnya infrastruktur, ada ancaman nyata yang mengintai- bahkan dari aksi senyap di tengah malam.
Polisi pun mengimbau masyarakat untuk terus aktif melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan, sekecil apa pun. Karena dalam kasus ini, kewaspadaan warga terbukti menjadi kunci terbongkarnya aksi berbahaya tersebut.(***(







