MARITIM MUDA BULUKUMBA “GERUDUK” MAPOLRES, ULTIMATUM PENEGAKAN HUKUM TAMBANG ILEGAL HINGGA MAFIA BBM

BULUKUMBA — Gelombang protes kembali mengguncang Kabupaten Bulukumba. Puluhan massa yang tergabung dalam Maritim Muda Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa jilid II dengan mendatangi Polres Bulukumba, mendesak aparat segera bertindak atas dugaan maraknya praktik ilegal di daerah tersebut.

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang dinilai belum mendapat respons konkret dari pihak kepolisian. Massa menyoroti tiga isu utama yang dianggap kian meresahkan masyarakat: dugaan tambang ilegal, penyalahgunaan BBM jenis solar, serta peredaran rokok tanpa cukai.

Sebelum bergerak ke Mapolres, massa sempat menggelar orasi di pertigaan Lajae. Mereka menilai praktik-praktik ilegal tersebut masih berlangsung secara terbuka dan terkesan dibiarkan tanpa penindakan tegas.

Jenderal Lapangan aksi, Ilham Haikal, menegaskan bahwa aksi jilid II ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan bentuk peringatan keras kepada aparat penegak hukum.

“Ini bukan sekadar aksi, ini peringatan serius. Dugaan tambang ilegal, BBM solar ilegal, dan rokok tanpa cukai masih terjadi. Kalau hukum tidak bergerak, maka kami yang akan terus bergerak. Kami tidak akan berhenti sampai ada tindakan nyata,” tegasnya dalam orasi.

Ia juga menyoroti pentingnya ketegasan aparat dalam menjaga kepercayaan publik. Menurutnya, pembiaran terhadap pelanggaran yang nyata hanya akan memperlemah wibawa hukum di mata masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Lapangan, Ojeng, menyebut aksi ini sebagai bentuk ultimatum terbuka kepada kepolisian.

“Kami sudah memberi waktu dan menyampaikan secara baik-baik. Jika tidak ada langkah konkret, aksi akan terus berlanjut dengan kekuatan yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya menuntut langkah nyata berupa penertiban tambang ilegal, penindakan terhadap mafia BBM, serta pemberantasan rokok ilegal tanpa cukai.

Tak hanya itu, massa juga mendesak Polres Bulukumba untuk mengusut aktor-aktor di balik praktik ilegal yang diduga berlangsung secara sistematis. Jika tuntutan tersebut tidak direspons dalam waktu dekat, Maritim Muda Bulukumba mengancam akan memperluas gerakan hingga ke Polda Sulawesi Selatan, bahkan melaporkan jajaran terkait ke Bidpropam.

“Kami akan terus mengawal sampai hukum benar-benar ditegakkan. Ini soal keadilan dan kepercayaan masyarakat,” tutup Ilham.

Aksi ini kembali menegaskan meningkatnya tekanan publik terhadap aparat penegak hukum di daerah, sekaligus menjadi ujian serius bagi komitmen pemberantasan praktik ilegal di sektor sumber daya dan distribusi barang bersubsidi.

 

Lp: Kamaluddin

Pos terkait