HMI Demo Samsat Bulukumba, Desak Copot Pejabat Terkait Dugaan Aliran Pajak ke Rekening Pribadi

Bulukumba – Gelombang protes terhadap dugaan penyimpangan pembayaran pajak kendaraan di UPTD Samsat Bulukumba kian membesar. Kamis (21/5/2026), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Al-Gazali Bulukumba turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Samsat Bulukumba.

Aksi mahasiswa itu dipicu dugaan adanya pembayaran pajak kendaraan milik warga yang disebut diarahkan masuk ke rekening pribadi oknum pejabat Samsat. Isu tersebut langsung memantik sorotan publik karena dinilai mencederai integritas pelayanan negara dan membuka ruang dugaan penyalahgunaan kewenangan.

Dalam orasinya, massa aksi menuntut Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta instansi terkait segera mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang diduga terlibat.

Mahasiswa juga mendesak dilakukan audit total terhadap sistem pembayaran pajak di Samsat Bulukumba guna memastikan seluruh transaksi berjalan sesuai prosedur resmi dan tidak merugikan masyarakat.

“Ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menyangkut kepercayaan publik terhadap lembaga pelayanan negara. Jika benar ada pembayaran yang diarahkan ke rekening pribadi, maka ini persoalan serius yang wajib diusut terbuka,” tegas Ketua Umum HMI Komisariat Al-Gazali Bulukumba, Rezky Zulkifli.

Aksi yang dipimpin Muhammad Aidil sebagai Jenderal Lapangan dan Muhammad Imran selaku Koordinator Lapangan itu berlangsung panas dengan berbagai sorotan keras terhadap sistem pelayanan di Samsat Bulukumba.

Selain menuntut pencopotan pejabat terkait, HMI juga meminta reformasi total pelayanan publik di Samsat agar lebih transparan, profesional, dan bebas dari praktik yang dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat.

Massa menegaskan, dugaan pembayaran pajak melalui rekening pribadi tidak boleh berhenti pada klarifikasi semata, tetapi harus dibuka secara terang kepada publik melalui pemeriksaan menyeluruh oleh aparat berwenang.

HMI Komisariat Al-Gazali Bulukumba bahkan memberi ultimatum akan kembali menggelar aksi jilid II dalam waktu dekat apabila tuntutan mereka tidak segera direspons pemerintah maupun instansi terkait.

“Mahasiswa akan terus mengawal kasus ini sampai ada langkah konkret. Pelayanan publik tidak boleh dikelola dengan cara-cara yang menimbulkan kecurigaan masyarakat,” ujar salah satu orator aksi.

Aksi demonstrasi mendapat pengawalan aparat kepolisian dan berlangsung tertib hingga selesai. Sementara hingga berita ini diturunkan, pihak UPTD Samsat Bulukumba belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan maupun dugaan yang disuarakan massa aksi.

Lp: Kamaluddin

Pos terkait