ACEH – Nama Kolonel Inf Ali Imran, Danrem 011/Lilawangsa, menjadi sorotan publik setelah bersikap tegas membubarkan aksi pembawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk ketegasan negara dalam menjaga perdamaian Aceh pasca-MoU Helsinki serta penegasan bahwa simbol separatisme tidak memiliki ruang di Tanah Rencong.
Menariknya, ketegasan itu datang dari putra asli Aceh. Lulusan Akmil 2000 ini dikenal memiliki rekam jejak solid di Kopassus, BAIS TNI, Paspampres, hingga jabatan intelijen strategis. Dilantik sebagai Danrem pada April 2024, Ali Imran tercatat sebagai salah satu Danrem termuda di Indonesia.
Selain tegas menjaga kedaulatan, Kolonel Ali Imran juga dikenal humanis dan dekat dengan masyarakat. Ia aktif membangun komunikasi dengan tokoh adat dan agama, serta turun langsung memimpin penanganan banjir bandang dan longsor di Aceh Utara pada Desember 2025.
Sosok Ali Imran kini dipandang sebagai simbol putra Aceh yang menjaga Aceh—tegas pada prinsip, hadir untuk rakyat, dan konsisten menjaga keutuhan NKRI. (***)







