Tamparan Halus Buya Hamka: Shalat Subuh Jadi Cermin Iman Umat
Jakarta — Pesan mendalam dari ulama besar Nusantara, Buya Hamka, kembali menggugah kesadaran umat Islam tentang hakikat keimanan yang sesungguhnya.
Dalam kutipan yang kini banyak direnungkan, ia menyampaikan, “Jika ingin melihat orang Islam, lihatlah ketika Idul Fitri. Tetapi jika ingin melihat orang beriman, datanglah ke masjid ketika shalat Subuh.”
Pesan ini menjadi refleksi tajam sekaligus pengingat bahwa keimanan tidak hanya diukur dari ramainya perayaan hari besar, tetapi dari konsistensi menjalankan ibadah di waktu-waktu yang penuh ujian—seperti shalat Subuh.
Fenomena membludaknya umat saat hari raya seringkali berbanding terbalik dengan jumlah jamaah di masjid saat Subuh. Dari sinilah, Buya Hamka menekankan bahwa kualitas iman tercermin dari kedisiplinan, keikhlasan, dan kesungguhan melawan rasa malas demi memenuhi panggilan Allah.
Lebih dari sekadar ritual, shalat Subuh berjamaah menjadi simbol keteguhan hati dan bukti nyata ketakwaan seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari. Pesan ini juga mengingatkan agar umat tidak terjebak pada praktik keagamaan yang bersifat seremonial semata, tetapi mampu meningkatkan kualitas ibadah secara konsisten.
Diketahui, Abdul Malik Karim Amrullah atau yang lebih dikenal sebagai Buya Hamka merupakan ulama, sastrawan, dan pemikir besar Indonesia yang karya-karyanya terus menjadi rujukan umat Islam hingga kini.
Pesan beliau pun tetap relevan, menjadi cermin sekaligus motivasi bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menegakkan ibadah, terutama di saat yang paling menantang.(***)







