Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penutupan ini dilakukan setelah ditemukan menu yang tidak layak serta minim kandungan gizi.
Kebijakan tersebut diterapkan di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Barat. Di Jawa Tengah, tercatat sedikitnya 22 dapur SPPG dihentikan operasionalnya untuk proses evaluasi.
Menu Tak Sesuai Standar
BGN menegaskan, penutupan dipicu oleh temuan menu yang dinilai tidak memenuhi standar gizi dan tidak sebanding dengan anggaran Rp15.000 per anak. Beberapa menu yang menjadi sorotan antara lain penyajian makanan sederhana dengan kandungan gizi terbatas.
Selain aspek kualitas, langkah ini juga sebagai upaya pencegahan terhadap risiko kesehatan, termasuk potensi keracunan makanan.
Langkah Tegas dan Evaluasi Menyeluruh
BGN memastikan tidak akan mentoleransi dapur yang menyajikan makanan di bawah standar program. Seluruh pengelola SPPG diminta segera melakukan perbaikan, baik dari sisi kualitas bahan, komposisi gizi, hingga pengemasan makanan.
BGN juga menegaskan bahwa dapur yang telah memenuhi standar akan dipertimbangkan untuk kembali beroperasi setelah melalui proses evaluasi ketat.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pelaksanaan program MBG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan, tetapi juga menjamin kualitas gizi bagi penerima manfaat secara optimal.(***)







