Dari Rahim Peradaban ke Ambang Krisis: Eufrat–Tigris Terancam Hilang, Dunia Waspada

Jakarta – Dunia menghadapi ironi besar: dua sungai yang melahirkan peradaban manusia kini berada di ambang krisis. Sungai Eufrat dan Sungai Tigris, yang selama ribuan tahun menjadi sumber kehidupan di Timur Tengah, diperkirakan dapat mengalami kekeringan parah pada 2040.

Di antara aliran kedua sungai ini, berdiri Mesopotamia- wilayah yang dikenal sebagai “cradle of civilization.” Dari tanah inilah lahir kota-kota pertama seperti Uruk dan Babilonia, menandai awal sejarah urban manusia. Kini, sebagian besar kawasan tersebut berada di Irak.

Namun kejayaan masa lalu itu kini berbanding terbalik dengan realitas yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa dekade terakhir, debit air kedua sungai terus menyusut drastis. Citra satelit mencatat hilangnya sekitar 144 kilometer kubik air tawar hanya dalam kurun waktu 2003 hingga 2013 – indikasi nyata dari krisis yang kian memburuk.

Sungai Eufrat mengalir melintasi Turki, Suriah, hingga Irak sebelum bermuara di Teluk Persia. Bersama Sungai Tigris, kawasan ini dulu dikenal sebagai salah satu wilayah paling subur di dunia. Kini, perubahan iklim, pembangunan bendungan, dan eksploitasi air berlebihan mempercepat degradasi sistem sungai tersebut.

Laporan resmi terkait sumber daya air pada 2021 bahkan memperingatkan kemungkinan kedua sungai ini mengering secara signifikan pada 2040 jika tidak ada intervensi serius. Dampaknya berpotensi memicu krisis kemanusiaan, mengingat lebih dari 60 juta orang bergantung langsung pada aliran air ini untuk bertahan hidup.

Menariknya, fenomena ini juga pernah disinggung dalam hadis yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW, yang menyebutkan bahwa mengeringnya Sungai Eufrat menjadi salah satu tanda besar menjelang akhir zaman. Meski dimaknai secara spiritual, banyak yang melihatnya kini bersinggungan dengan realitas ilmiah yang tengah berlangsung.

Para pakar menegaskan, krisis ini bukan sekadar isu regional, melainkan ancaman global. Jika sumber air sebesar Eufrat–Tigris bisa terancam, maka tidak ada jaminan wilayah lain di dunia akan aman dari krisis serupa.

Dari pusat kelahiran peradaban hingga potensi titik awal krisis besar, nasib Sungai Eufrat dan Sungai Tigris kini menjadi cermin: bahwa masa depan umat manusia sangat bergantung pada bagaimana dunia menjaga sumber daya airnya hari ini.(***)

Pos terkait