Kabupaten Sumedang — Di tengah padatnya arus mudik Lebaran, sebuah peristiwa duka terjadi di jalur utama Sumedang. Seorang pemudik lanjut usia meninggal dunia setelah sempat pingsan di sebuah rumah makan di kawasan Sumedang Utara, Minggu pagi (09.39 WIB).
Kejadian bermula saat petugas lalu lintas menerima laporan darurat dari warga terkait seorang perempuan yang tiba-tiba tak sadarkan diri. Informasi tersebut segera diteruskan ke Pos Terpadu pengamanan mudik untuk ditindaklanjuti dalam hitungan menit.
Respons cepat langsung dilakukan. Tim medis dari Dinas Kesehatan diterjunkan menggunakan ambulans yang dikawal ketat kendaraan patroli polisi guna menembus kepadatan arus kendaraan. Setibanya di lokasi, korban segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang.
Namun, takdir berkata lain. Setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.
Korban diketahui bernama Tri Pudjiastuti (69), warga Kota Bandung. Berdasarkan keterangan medis, korban memiliki riwayat penyakit jantung serius dan telah beberapa kali menjalani tindakan pemasangan ring jantung.
Perjalanan yang seharusnya menjadi momen haru penuh kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam. Korban diketahui tengah menuju Cirebon bersama suaminya untuk menemui sang anak yang tidak dapat pulang saat Hari Raya Idul Fitri.
Pasca kejadian, aparat kepolisian tidak hanya menangani evakuasi, tetapi juga memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban, termasuk pengawalan hingga ke rumah duka.
Peristiwa ini menjadi bagian dari dinamika pengamanan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, yang menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh petugas di lapangan.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama perjalanan jauh, terutama bagi pemudik dengan riwayat penyakit. Istirahat yang cukup, konsumsi obat secara teratur, serta pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.
Di balik cepatnya respons aparat, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perjalanan mudik bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi juga menjaga keselamatan dan kesehatan sepanjang perjalanan.(***)







