Bulukumba – Masyarakat bulukumba menjerit.Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang terjadi di Kabupaten Bulukumba dalam beberapa waktu terakhir diduga kuat tidak semata-mata disebabkan oleh kendala distribusi, melainkan akibat ulah oknum mafia penimbun BBM. Praktik penimbunan ini telah mengganggu stabilitas pasokan dan menyebabkan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sehingga merugikan masyarakat luas.
Dampak dari kelangkaan ini sangat dirasakan oleh warga, khususnya pelaku usaha kecil, nelayan, petani, serta pengguna transportasi umum yang bergantung pada ketersediaan Pertalite untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya operasional dan harga kebutuhan pokok.
Fenomena ini menjadi salah satu bukti betapa lemahnya aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya, sehingga kami juga menduga kuat akan adanya kongkalikong antara mafia BBM dan aparat penegak hukum serta instansi terkait. Ungkap Zoel Selaku Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Butta Panrita Lopi (KMBPL) sekaligus aktivis muda Bulukumba.
Maka dari kami mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan praktik penimbunan BBM!!!tambahnya dengan nada tegas
Pengawasan distribusi harus diperketat agar penyaluran BBM bersubsidi dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pemerintah daerah juga diharapkan mengambil langkah cepat dan terukur guna memastikan ketersediaan BBM kembali normal, serta memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa kebutuhan energi mereka dapat terpenuhi dengan aman dan adil. Tanpa tindakan tegas, praktik mafia seperti ini akan terus merugikan rakyat dan mencederai kepercayaan publik terhadap tata kelola distribusi energi.(*)







