Bulukumba – Dugaan praktik mafia rokok ilegal di Kabupaten Bulukumba kian mengkhawatirkan. Sebuah bangunan di Kampung Baru, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, terindikasi kuat menjadi pusat penyimpanan sekaligus distribusi rokok tanpa pita cukai resmi yang berpotensi merugikan negara hingga miliaran rupiah.
Aktivitas yang disebut telah berlangsung lama dan terorganisir ini kini memantik sorotan keras publik, terutama terhadap kinerja aparat penegak hukum, khususnya Polres Bulukumba, yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas meski indikasi di lapangan semakin terang.
Modus Terbuka, Pengawasan Dipertanyakan
Investigasi lapangan mengungkap penggunaan kendaraan pribadi sebagai modus untuk mengelabui pengawasan. Satu unit Daihatsu Luxio metalik bernomor polisi DD 1389 XDS disebut rutin keluar-masuk lokasi yang diduga gudang, membawa muatan rokok ilegal ke sejumlah titik distribusi.
Dengan pola operasi yang disebut berulang dan terpantau warga, muncul pertanyaan serius: bagaimana aktivitas mencurigakan ini bisa luput dari pengawasan aparat?
“Kalau kendaraan yang sama keluar-masuk secara rutin, mustahil tidak terdeteksi. Ini yang membuat publik bertanya-tanya, ada apa dengan pengawasan di lapangan?” ujar seorang warga setempat.
Rokok Ilegal Beredar, Negara Dirugikan
Temuan di lapangan menunjukkan peredaran rokok merek SANS BOLD dan Sendang Baru BLD dengan indikasi pita cukai bermasalah. Dugaan penggunaan pita cukai palsu atau tidak sesuai peruntukan mengarah pada pelanggaran serius terhadap UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.
Selain merugikan negara, peredaran rokok ilegal juga merusak iklim usaha dan melemahkan pelaku industri yang patuh terhadap aturan.
Aktivis Sentil Keras Kepolisian
Aktivis Bulukumba, Andis Brow, melontarkan kritik tajam terhadap aparat kepolisian yang dinilai lamban merespons temuan di lapangan.
“Ini bukan lagi isu samar. Lokasi jelas, kendaraan jelas, bahkan pola distribusinya terpantau. Kalau aparat masih diam, publik wajar curiga ada pembiaran. Kepolisian tidak boleh kalah oleh mafia rokok ilegal,” tegas Andis.
Ia menegaskan, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dipertaruhkan dalam kasus ini. Menurutnya, tindakan cepat dan transparan menjadi kunci untuk membuktikan bahwa aparat benar-benar berpihak pada penegakan hukum.
Ujian Nyata untuk Aparat
Desakan kini mengarah langsung kepada Polres Bulukumba dan pihak Bea Cukai Makassar untuk segera melakukan penggerebekan dan penyegelan gudang yang dimaksud. Keterlambatan bertindak dinilai berisiko hilangnya barang bukti serta semakin menguatnya jaringan distribusi ilegal.
Kasus ini menjadi ujian nyata bagi aparat di daerah: bertindak tegas membongkar jaringan atau terus menuai kritik karena dianggap gagal menjalankan fungsi pengawasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah konkret di lokasi. Sementara itu, masyarakat terus memantau dan menunggu—apakah aparat akan bergerak, atau kembali diam di tengah dugaan praktik ilegal yang kian terang benderang.(***)
Lp: Kamaluddin







