DLH Wajo–DPRD Bahas IPAL MBG, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah

WAJO, SULSEL – Upaya memperbaiki tata kelola lingkungan terus didorong Pemerintah Kabupaten Wajo. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wajo, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, menggelar diskusi strategis bersama Sultan Tamang dan Feri Saputra Santu guna mencari solusi konkret atas persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertemuan yang berlangsung di Bolapute, Jalan Veteran, Kecamatan Tempe, Jumat (10/4), menjadi forum penting untuk mengurai persoalan teknis hingga kebijakan terkait pengelolaan limbah dapur MBG yang dinilai semakin kompleks.

Kadis DLH Wajo menegaskan, keberadaan IPAL MBG memiliki fungsi vital dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya dalam mengolah limbah cair seperti minyak, lemak, dan sisa makanan agar tidak mencemari ekosistem. Namun, ia tidak menampik masih adanya sejumlah kendala di lapangan.

“Diskusi ini kami dorong melahirkan langkah nyata, bukan sekadar wacana. Pengelolaan limbah harus ditangani serius dan melibatkan semua pihak,” tegas Andi Fakhrul, Sabtu (11/4).

Ia juga memastikan, langkah lanjutan akan segera dilakukan dengan melibatkan pengelola MBG di Kabupaten Wajo untuk menyamakan persepsi dan mempercepat implementasi solusi.

“Sudah ada gambaran solusi dari hasil diskusi bersama DPRD. Selanjutnya akan kita dalami bersama pengelola MBG agar bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Dari sisi legislatif, Sultan Tamang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan. Ia mengingatkan, pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian alam.

“Lingkungan adalah investasi jangka panjang. Kebijakan harus berpihak pada keberlanjutan dan keselamatan generasi mendatang,” katanya.

Senada, Feri Saputra Santu menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat terkait pengelolaan limbah. Ia menilai, persoalan IPAL MBG tidak bisa ditunda dan membutuhkan keseriusan semua pihak.

“Komunikasi terbuka dan tindak lanjut konkret adalah kunci. Kami di DPRD akan terus mengawal agar persoalan ini tidak berlarut,” tegasnya.

Sebagai informasi, IPAL MBG merupakan sistem pengolahan limbah cair yang dirancang khusus untuk mendukung dapur program Makan Bergizi Gratis. Sistem ini berfungsi mengolah limbah dapur agar memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dibuang ke alam.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa persoalan lingkungan di Wajo tidak diabaikan. Dengan kolaborasi pemerintah dan legislatif, diharapkan IPAL MBG dapat segera berfungsi optimal, sekaligus memastikan perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.(*)

Pos terkait