BBM Subsidi Diduga Ditimbun, Puluhan Jerigen Disita Polisi: Warga Desak Kasus Jangan Berujung “Tangkap-Lepas”

Oplus_131072

Bulukumba — Dugaan praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi kembali terbongkar di Kabupaten Bulukumba. Kali ini, polisi mengamankan seorang pria berinisial IA (46) bersama puluhan jerigen berisi Pertalite dan Solar di sebuah tanah kosong yang disewanya di Jalan Puyuh, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Selasa (25/8/2026).

Pengungkapan ini bukan sekadar menemukan sejumlah jerigen berisi BBM. Polisi juga menemukan alat penyedot BBM yang telah dimodifikasi, selang besar, timbangan, puluhan jerigen kosong hingga sebuah tenda yang diduga digunakan untuk menutupi aktivitas di lokasi.

IA, warga Dusun Teteaka, Desa Tambangan, Kecamatan Kajang, diamankan bersama satu unit mobil pickup Daihatsu bernomor polisi DD 8292 HW.

Kapolsek Ujung Bulu IPTU Rudi Ardri Purwanto, S.H., mengatakan pengungkapan bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas di lokasi tersebut.

“Pelaku membeli BBM jenis Pertalite dan Solar di setiap SPBU yang berada di wilayah hukum Polsek Ujung Bulu menggunakan mobil pickup. BBM tersebut kemudian dibawa ke tanah kosong yang disewanya,” kata IPTU Rudi.

Di lokasi, polisi menemukan dugaan pola pengumpulan BBM. BBM dari kendaraan dipindahkan ke jerigen menggunakan alat penyedot dan selang besar yang telah dimodifikasi.

Menurut keterangan awal kepolisian, BBM tersebut kemudian dibawa ke wilayah Kecamatan Kajang untuk dijual kembali kepada pemilik usaha maupun masyarakat dengan harga lebih tinggi.

Puluhan Jerigen, Alat Sedot hingga Timbangan
Barang bukti yang diamankan polisi cukup banyak.
Untuk Pertalite, terdapat 26 jerigen berukuran 30 dan 33 liter dalam kondisi terisi, ditambah satu jerigen ukuran 10 liter yang juga terisi.
Sedangkan Solar ditemukan dalam 22 jerigen terisi.

Tak berhenti di situ. Polisi juga menyita 55 jerigen kosong, tiga jerigen setengah isi, serta satu jerigen ukuran 10 liter kosong.

Peralatan yang turut diamankan berupa dua timbangan, satu alat sedot BBM modifikasi, dua selang besar modifikasi, serta sebuah tenda besar berwarna biru.

Rangkaian barang bukti tersebut kini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap secara utuh bagaimana BBM bersubsidi tersebut diperoleh, dikumpulkan dan kemudian diedarkan kembali.
Bukan Sekadar Pelaku Lapangan?
Pertanyaan yang kini muncul di tengah masyarakat bukan hanya soal siapa yang ditangkap.

Dari mana seluruh BBM itu diperoleh? Di SPBU mana saja pelaku membeli BBM? Apakah pembelian dilakukan berulang kali? Siapa saja yang membeli kembali BBM tersebut? Dan apakah ada pihak lain yang terlibat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab melalui proses penyidikan.
Sebab, jika benar terdapat pola pembelian BBM subsidi dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi, maka persoalannya tidak berhenti pada dugaan pelanggaran oleh satu orang.
Rantai pasoknya juga patut dibongkar.
Warga: Jangan Berhenti di Penangkapan
Kasus tersebut telah diserahkan bersama barang bukti kepada Unit Tipidter Polres Bulukumba untuk proses hukum dan penyidikan lebih lanjut.

Masyarakat pun meminta aparat tidak berhenti pada tindakan mengamankan pelaku dan menyita barang bukti.
Warga berharap penyidik mengusut kasus tersebut secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang memasok, membeli atau membantu distribusi BBM tersebut.

“Jangan sampai masyarakat hanya melihat pelaku ditangkap hari ini, lalu beberapa hari kemudian tidak terdengar lagi kabarnya. Kalau memang terbukti, proses sesuai hukum sampai tuntas,” menjadi harapan yang berkembang di tengah masyarakat.
Harapan itu penting karena BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Jika distribusinya disalahgunakan untuk kepentingan mencari keuntungan, maka dampaknya bukan hanya soal harga, tetapi juga menyentuh kepentingan publik.

Kini bola berada di tangan penyidik Tipidter Polres Bulukumba.
Penangkapan sudah dilakukan. Barang bukti sudah diamankan. Tinggal satu pertanyaan besar: seberapa jauh polisi berani membongkar seluruh mata rantai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi ini?

Lp: Kamaluddin

Pos terkait