LUWU – Gelombang aksi demonstrasi pemekaran Luwu Raya memicu lumpuh totalnya arus lalu lintas di jalur Pongko–Salubutu, Kabupaten Luwu, Selasa (27/1/2026). Hingga pukul 13.00 Wita, kendaraan dari dua arah tidak bisa bergerak sama sekali akibat blokade massa aksi.
Ruas jalan strategis tersebut berubah menjadi lautan kendaraan. Bus antar kota, truk logistik, hingga kendaraan pribadi terjebak tanpa kepastian kapan jalur akan kembali dibuka. Kemacetan mengular panjang, sementara penumpang hanya bisa menunggu di tengah situasi panas dan melelahkan.
Situasi di lapangan dilaporkan semakin memanas. Sopir bus dan truk yang terjebak selama berjam-jam mulai meluapkan emosi, memprotes penutupan jalan yang membuat aktivitas mereka lumpuh total. Beberapa di antaranya turun dari kendaraan untuk mencari informasi, namun belum ada kejelasan kapan akses dibuka kembali.
Aksi ini merupakan bagian dari tuntutan masyarakat terkait pemekaran Luwu Raya agar terpisah dari Provinsi Sulawesi Selatan. Massa memusatkan tekanan dengan memblokade jalur vital, menyebabkan dampak langsung terhadap mobilitas warga dan distribusi barang.
Di tengah kemacetan, terlihat penumpang—termasuk perempuan dan anak-anak—terpaksa bertahan di dalam kendaraan tanpa fasilitas memadai. Kondisi ini memicu keprihatinan, terutama bagi mereka yang memiliki keperluan mendesak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait langkah penanganan atau negosiasi dengan massa aksi untuk membuka jalur.
Video situasi kemacetan pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Martin dan kini beredar luas di media sosial.(*)







