Ambon – Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi, Polda Maluku justru tancap gas memperkuat program ketahanan pangan. Seluruh jajaran didorong meningkatkan produksi dengan mengoptimalkan lahan produktif demi menjaga pasokan pangan tetap aman di wilayah kepulauan.
Komitmen itu ditegaskan dalam evaluasi program melalui video conference yang dipimpin Kepala Biro SDM Polda Maluku, Jemi Junaidi, bersama Wakapolres dan Kabag SDM se-Maluku.
“Penanaman harus terus ditingkatkan. Cuaca bukan alasan untuk berhenti, tapi tantangan yang harus dijawab dengan kerja keras agar hasil produksi lebih maksimal,” tegasnya dengan nada optimistis.
Tak sekadar menjalankan program, jajaran Polres juga dituntut menghadirkan terobosan nyata di lapangan. Inovasi berbasis potensi lokal dinilai menjadi kunci agar program ketahanan pangan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional, khususnya di Maluku yang memiliki tantangan geografis dan iklim yang kompleks.
Namun, Polda Maluku juga tak menutup mata terhadap hambatan di lapangan. Perubahan cuaca yang cepat dan konsistensi pengelolaan menjadi faktor krusial yang terus dievaluasi. Tanpa pengawasan ketat dan inovasi berkelanjutan, program berpotensi berjalan di tempat.
Karena itu, melalui evaluasi rutin dan penguatan internal, Polda Maluku memastikan program ketahanan pangan tidak berhenti sebagai simbol semata. Targetnya jelas: menghasilkan produksi nyata, menjaga ketersediaan pangan, dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok.(*)







