TATOR – Keracunan massal menimpa ratusan siswa SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Hanya sejenak setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), anak-anak itu mengeluhkan mual hebat, pusing, hingga muntah-muntah tak tertahankan, Kamis (3/9/2026).
Kepanikan melanda sekolah dan orang tua. Para siswa segera dilarikan ke tiga rumah sakit di wilayah Tana Toraja untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg membenarkan insiden tragis tersebut.
“Ada tiga rumah sakit di Tana Toraja yang merawat semua korban yang diduga keracunan makanan dari program MBG,” tegas Zadrak, dikutip Tribun Timur.
Pertanyaan Keras yang Mendesak Jawaban:
Di mana pengawasan mutu makanan sebelum disajikan ke anak-anak? Program yang seharusnya menyehatkan justru mengancam nyawa ratusan siswa. Siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian ini? Mengapa makanan yang diterima siswa justru membawa sakit, bukan gizi?
Publik menuntut Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait segera membuka penyelidikan transparan, menindak tegas pihak yang lalai, dan menjamin keamanan pangan di seluruh satuan pelayanan. Jangan sampai anak-anak menjadi korban kelalaian dalam program yang seharusnya menjadi kebanggaan bangsa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari BGN terkait insiden ini.(***)










