DEMO MEMANAS DI DEPAN KANTOR BUPATI BULUKUMBA: ALIANSI PEMERHATI PENDIDIKAN DESAK PEMKAB BERTINDAK, TUNTUT KADIS TEGAS COPOT KEPSEK & KABAG SD

Bulukumba – Suasana di depan Kantor Bupati Bulukumba memanas pada Kamis (27/11/2025). Puluhan massa dari Aliansi Pemerhati Pendidikan turun ke jalan, menuntut pembenahan serius di tubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba. Aksi yang berlangsung tegang ini bahkan disertai pembakaran ban bekas sebagai simbol kekecewaan terhadap carut-marut pengelolaan pendidikan dasar di daerah tersebut.

Para demonstran mendesak Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba segera menuntaskan persoalan perpindahan siswa SDN 339 Dumpu, yang dinilai berlarut-larut tanpa kepastian yang jelas. Mereka juga menuntut agar Kepala SDN 339 Dumpu, kecamatan Kajang dicopot dari jabatannya, termasuk Kabag SD Disdik Bulukumba, yang dianggap gagal menjalankan amanah dan tidak mampu menjaga integritas pelayanan pendidikan.

“Kami butuh pendidikan yang bersih, berintegritas, dan berpihak kepada murid! Bukan yang penuh persoalan dan saling lempar tanggung jawab!” teriak salah satu orator dalam aksi, di tengah kepulan asap ban yang dibakar massa.

Aksi ini dijaga ketat oleh puluhan personel dari Polres Bulukumba yang membentuk barikade untuk mencegah potensi kericuhan. Meski berlangsung panas, situasi tetap terkendali hingga rombongan perwakilan massa akhirnya diterima untuk melakukan audiensi.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Bulukumba, Andi Buyung, memberikan penjelasan langsung di hadapan perwakilan demonstran. Ia menegaskan bahwa pihaknya segera menyelesaikan persoalan perpindahan murid yang menjadi inti polemik.

“Persoalan terkait pemindahan murid akan segera kami selesaikan. Kami sudah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk merapikan prosesnya,” ujar Andi Buyung saat audiensi bersama para peserta aksi.

Meski demikian, massa aksi menegaskan akan terus mengawal dan memastikan janji tersebut benar-benar direalisasikan, bukan sekadar pernyataan formal yang hilang tanpa tindak lanjut.

Aksi ini menjadi penanda kuat bahwa publik Bulukumba, khususnya kalangan pemerhati pendidikan, tidak lagi mentolerir kelalaian maupun kegagalan tata kelola pendidikan. Mereka menuntut perubahan nyata—lebih dari sekadar janji.

 

Lp: Kamaluddin

Pos terkait